6 Hal Yang Terjadi dalam Kerjasama Proyek Sensing dan Intuitive | MBTI

Sensing dan Intuitive dalam kerjasama proyek di organisasi dan perusahaan, beda sensing dan intuitive, extrovert dan introvert dalam pekerjaan dalam mbti indonesia

Setelah kita ngebahas hiruk pikuk yang terjadi antara para Extrovert dan Introvert saat mereka dijejelin di satu ruangan meeting yang sama, sekarang giliran kita bahas soal interaksi gokil yang bakal terjadi kalau orang- orang dengan kecenderungan Sensing dan Intuitive ‘diadu’ dalam kerjaan proyek yang sama.

Dalam MBTI (Myers Briggs Type Indicator), mereka yang kecenderungan tipenya Sensing lebih cenderung suka mengumpulkan informasi dan data berbentuk detail dan berurutan, sementara mereka yang tipenya Intuitive cenderung mengumpulkan dan mengolah data secara konsep dan garis besar.

Ujung- ujungnya, Sensing (S) suka hal- hal yang real, yang nyata, yang bisa ‘dipegang’, sementara Intuitive (N) lebih tertarik pada konsep dan gagasan.

Bayangin dong, serunya (baca: ributnya?) sebuah proyek kerjaan saat orang- orang S dan N mencoba untuk bekerjasama dengan caranya masing- masing. Kerjasama S yang telitiii bin detaiilll, tabrakan dengan orang N yang imajinatif dan ‘ngawang’.

Proyek ini bisa jadi super duper sukses, atau ‘gatotkaca’, alias ‘gagal total kakaa cintaaaaa’!

6 Hal yang Terjadi dalam Proyek Sensing dan Intuitive

Mimpi udah turun dari langit, tim udah disiapin, dana udah mengucur dari atasan.

Saatnya proyek dimulaii! Dan ternyata, dalam tim pelaksana, ada dua kubu yang harus bisa bekerjasama. Di sisi kiri, dengan sarung tinju biru dan celana belang bonteng, tim Sensing (I)! Di sisi kanan, dengan sarung tinju batik dan celana zebra cross, tiiimmm Intuitive (N).

Apa saja yang mungkin akan terjadi? Mulai!

1. Intuitive akan Keasyikan Dengan Ide ‘Masterpiece’, Sensing dengan ‘Data’

Saat diskusi untuk menggali gagasan dan konsep proyek, orang- orang dengan kecenderungan Intuitive bakal berapi- api, mata berbinar, jiwa bergelora, dan kepala naik ke langit ketiga. Intuitive yang suka dengan gagasan, hal- hal abstrak, dan potensi, akan menjadi ‘ikan dalam air’.

Isi kepala mereka akan penuh warna, penuh gambar, dan mencoba untuk membuat gagasan besar paling kereeeen.

Sementara itu, mereka yang punya kecenderungan Sensing, yang suka dengan detail dan sequential akan cenderung memberikan ide yang sudah terbukti, yang sudah pernah, dan sudah ada datanya. Inilah perdebatan pertama. Saat Intuitive (N) lebih suka dengan kemungkinan ‘besar dan baru’, Sensing (S) akan membuka ‘data’ realistis.

2. Urutan dan Detail dari Sensing Yang Membuat Intuitive Menguap Lebar

Saat presentasi tiba, Sensing akan menjabarkan proyek dengan tahapan yang jelas, struktur yang efektif, data yang detail, urutan yang benar, dan angka yang menggambarkan realistis atau nggak realistisnya sebuah proyek.

Sementara itu, anggota tim yang cenderung Intuitive lagi keringet dingin menahan kantuk dan menahan nguap yang dari tadi mencoba kabur dari mulutnya, sambil mikir, “Ampuuuuun, panjang benerrrr, ngapain sih detail gini. Ini sih teknisssss, nanti ajaaaa!”

Pada saat gantian Intuitive yang dapat giliran presentasi, seringkali isi presentasinya berfokus pada gagasan dan konsep. Jual mimpi yang keren, indah, dan betapa dengan gambaran besar ini proyeknya akan jadi ‘masterpiece’.

Sementara para Sensing mikir, “Walah, ini sih cuma konsep doang. Mimpiii. Ngawang. Detailnya manaaaa? Kagak adaaa? ga realistis nihh”.

3. Intinyaaaaa….?

Saat menjawab tantangan dan harus mengambil kesimpulan, Sensing akan berhati- hati mengambil kesimpulan. Mereka akan menjabarkan masalah dan keputusan, tahap demi tahap, demi tahap. Secara berurutan, dari A, lalu ke B, lalu ke C, lalu ke D, untuk menuju kesimpulan akhir di Z.

Sementara para Intuitive yang ga sabaran dengan detail ini, pengennya langsung aja loncat ke Z, dan merekapun akan nyeletuk, “Intinyaaaaa apaaa?”

Sementara saat Intuitive mengambil kesimpulan, mereka akan langsung dari A, luooncatttttttt ke Z. “Ta daaaaaa!” Dengan orang Sensing yang geleng- geleng. “Ambil keputusannya pake feeling doang… ck ck ck.”

Sensing dan Intuitive dalam kerjasama proyek di organisasi dan perusahaan, beda sensing dan intuitive, extrovert dan introvert dalam pekerjaan dalam mbti indonesia

4. Orang Intuitive Cenderung Ingin Mengubah Berbagai Hal

Dalam proyek apapun, orang- orang Intuitive ingin selalu membuat sesuatu yang ‘baru’. “Gimana kalau gini?” “Kenapa nggak gitu?” “Bosen gitu- gitu aju, gimana kalo ini di anu- anuin gitu?”

Emang seringkali ‘ngawang’ sih ngomongnya. Tapi mereka selalu muncul dengan hal yang ingin merubah style lama jadi sesuatu yang beda, atau bahkan”revolusioner”!

Psssst, tapi coba tanya, “gimana caranya kita bisa gituin? Detailnya gimana? Angkanya gimana?”… mereka ga tahu! “Ahhhh, itu mah teknis, pikirin nanti ajaaa, hahahaha!” respon Extrovert Intuitive.

Rekan sensingnya geleng- geleng. “Mending pake yang udah terbukti jalan ajalah, walaupun gitu- gitu aja”, bisiknya ke OB yang kebetulan nganterin teh anget.

5. Sensing ‘Merasa’ Jadi Seksi Sibuk, Seperti Dalam Kerja Kelompok Waktu SD

Dalam pelaksanaannya, Sensing (S) biasanya bertanggung jawab atau lebih sibuk dalam eksekusi harian proyek itu, karena sebagai orang yang perduli dengan detail dan urutan kerja, mereka cenderung ingin mengamati dan mengawasi detail kecil dalam step by step pelaksanaan.

Sementara Intuitive yang lebih suka fokus pada ‘feel’, vision, dan image, akan lebih mengamati konsep dan pencapaian gambaran besar dari proyek itu. Mereka suka ‘ngilang’ dari eksekusi teknis kecil, tapi kadang kembali dengan suatu yang memberikan kemungkinan baru dan ‘perspektif’ baru.

Eh, tapi jangan lengah, karena dari sudut pandang Sensing yang cenderung mengurusi hal detail, dari angka, teknis, sampai urutan penyelesaian checklist, orang- orang Intuitive ini kesannya “nggak ngapa2in ih! Kayak temen yang suka ngilang pas kerja kelompok di sekolahan”

6. Pimpro Sensing vs Pimpro Intuitive?

Nahh, saat kedua tipe ini bekerjasama dalam sebuah proyek, pimpro (pimpinan proyek)- nya dan tipenya akan memegang peranan penting, dan bakal memberikan kesan yang berbeda buat anggota timnya!

Pimpro Sensing bakal lebih praktis dalam keinginan dan instruksinya. Detail soal yang dia mau, dengan instruksi detail step by step bahkan kalo perlu. Seringkali malahan pimpro Sensing (apalagi kalau dia juga memiliki kecenderungan Judging(J)) bakal nyiapin panduan kerja, atau micro managing proyek.

Dengan pimpro (S), anggota tim yang (N) bakal kelimpungan dan ngerasa ga dapat kebebasan kerja, dan akhirnya bilang, “yahh proyeknya gitu gini ajaaa!”

Sementara di bawah pimpro Intuitive, tim Intuitive (N) lainnya akan asyik bikin ide dan membahas kemungkinan- kemungkinan, malahan bisa- bisa kebanyakan sesi brainstorming daripada kerjanya! Dan instruksi akan lebih bersifat ‘teoritis’, dan bikin orang- orang Sensing (S), bingung.

Jadi intinya kita harus ngapain ini? Dan kalau S sebagai pelaksana nggak dikasih instruksi jelas, ide sebagus apapun bisa- bisa ga terwujud.

Menyikapi Perbedaan Preferensi MBTI Ini

Perbedaan Sensing dan Intuitive bukan terletak di kemampuannya dalam bekerja atau mewujudkan sebuah proyek. Tapi pada kecenderungan mereka dalam mengumpulkan data, mengelolanya, dan kesukaannya dalam hal- hal praktis atau teoritis.

Dalam proyek atau bentuk kerjasama apapun antara kedua tipe preferensi, keduanya akan cenderung mengambil sudut pandang dari tipe masing- masing, Sensing cenderung akan lebih potensial dalam merealisasikan proyek berkat ketelitiannya dalam merancang langkah, dan Intuitive akan membuat proyek- proyek kreatiif dan imajinatif.

Sesungguhnya, kedua tipe saling membutuhkan satu sama lain, khususnya dalam konteks proyek. Seorang ‘S’ membutuhkan kebebasan dan visi, serta imajinasi ‘N’, serta seorang ‘N’ tidak boleh lalai dalam detail data dan urutan kerja yang disediakan oleh seorang ‘S’.

Memahami satu sama lain dan mampu menggunakan kelebihan masing- masing tipe MBTI adalah kunci keberhasilan kerjasama tim dalam organisasi, relasi, dan perusahaan apapun!

Anda juga bisa ikut training atau seminar MBTI saya untuk tahu lebih jauh!

Gimana? Apa tipe MBTI Anda? Apa Anda seorang Sensing atau Intuitive?

About Dedy Dahlan

Passion Coach | Penulis Buku National Best Seller "Passion!", "Lakukan Dengan Hati", dan "Ini Cara Gue". Anggota International Coach Federation, Certified Practitioner MBTI dan SII Asia Pacific, dan CEO dari Inspira Asia.

View all posts by Dedy Dahlan →