Resign Dini, Pensiun Dini, dan Menikah Dini

Resign, resign dini, pensiun dini, dan menikah dini adalah beberapa target banyak orang dalam beberapa jenjang hidupnya. Tapi kenapa harus resign dan resign dini? Apa yang harus dipersiapkan untuk resign dan pensiun dini? Siapa sih Dini?

Target pribadi banyak orang seringkali berbeda tergantung jenjang usia dalam hidupnya.

Mereka yang masih jomblo hepi, tapi mulai bosen sampai ke ubun- ubun ditanyain, “Kapan kawin?” “Undangannya mana?” “Calonnya mana?” “Bakal calonnya mana? Mama udah bisa voting belum?” kayaknya berhadapan dengan isu menikah dini.

Mereka yang udah bosan ‘dikeramasin’ dan disembur oleh atasannya, yang saking seringnya dipanggil si bos sampe udah kayak makan, “Sehari diomelin tiga kali biar sehat, omelan pagi, siang, dan malam. Kadang- kadang ada waktu omelan tea time, biar seger”. Targetnya ingin resign dini.

Dan mereka yang bekerja sambil lirik kiri kanan dan punya selingkuhan bisnis atau usaha sampingan, biasanya bermimpi, mengumbar, dan kerap ketahuan berdiri dengan mata memandang kejauhan seperti petapa di atas gunung tinggi, dan mendambakan pensiun dini.

Saya jadi penasaran.

“Siapa sih yang namanya Dini?”

Kok dia sampai bisa dicari dan jadi impian banyak orang begini? Ngetop banget.

Mirip- mirip lah dengan minuman susu murni yang juga bikin saya penasaran, “Siapa sih yang namanya Murni? Anak mana? Kuliahnya dimana? Kok susunya… eh maksudnya bisnis susunya bisa sampai kemana- mana?” *gagal fokus*

Tapi kembali ke topik, sebenarnya, walaupun ada di sisi dunia yang sama sekali berbeda, dan didorong oleh alasan yang nampaknya kayak langit dan bumi, motivasi dibalik semua ‘dream’ itu, untuk sebagian besar orang, sebenarnya sama.

“Harapan untuk kondisi yang lebih baik”.

 

Harapan Kebahagiaan Dalam Kondisi Yang Lebih Baik

Dalam hal keinginan untuk tumbuh menjadi lebih baik, manusia itu sebelas dua belas lah sama tanaman.

Sama- sama ingin tumbuh.

Walaupun pengertiannya agak berbeda dari pengertian teman saya, yang waktu beratnya nambah dari 72 jadi 92, dia alasannya “Gue banyak pertumbuhan bro”. Itu sih bukan tumbuh, Jek, itu sih ‘kemajuan’ dan ‘perkembangan’. Maju perutnya ke depan dan berkembang pantatnya ke kiri kanan atas bawah.

So, harapan untuk jadi lebih baik ini adalah ESENSI untuk Anda menjadi lebih baik dari kemarin!

Kalau Anda nggak punya ambisi untuk tumbuh, maka Anda akan ‘mati’ (secara perkembangan karir dan pribadi).

Tapi dalam hal tertentu, terlalu napsu ingin ber- ‘dini’ ria juga bisa membawa unsur negatifnya sendiri. Apalagi kalau target ‘dini’ kita cuma ikut- ikutan trend dan kutipan yang lagi populer saja.

Jadi persiapkan diri Anda dengan baik sebelum ikut ber- dini ria!

Dalam Resign Dini

Sejak pertama kali saya memasuki dunia kerja dan bisnis dulu, dan berhadapan dengan karyawan dalam sesi- sesi coaching sayadi berbagai perusahaan, resign dini adalah salah satu dini yang diidamkan semua orang (khususnya karyawan), ibarat gadis seksi bernama Dini Sastro yang merupakan saudari kembarnya Dian Sastro.

Beberapa motivasi di balik keinginan resign ini biasanya simple.

  • Nggak suka sama kerjaannya.
  • Nggak suka sama rutinitas kantornya.
  • Nggak suka sama bosnya dan omelan bosnya.
  • Nggak suka sama gajinya.
  • Nggak suka nggak suka pokoknya nggak sukaaaaaaa!

Dan harapan untuk menjadi lebih baiknya biasanya lebih simple lagi.

  • Semoga bisa dapat pekerjaan lebih baik.
  • Semoga bisa dapat rutinitas lebih baik.
  • Semoga dapat bos lebih baik.
  • Semoga dapat gaji lebih baik
  • Semoga semogaa pokoknya semogaaaaaa!

Sebagian dari yang melakukan resign dini ini mencoba untuk bekerja di tempat lain, dan yang lainnya mencoba berbisnis sendiri. Mencoba menjadi lebih baik dan mendapatkan kerjaan dan rutinitas yang lebih baik dalam segala hal.

Dalam melakukan ini, resiko negatif yang bisa dihadapi antara lain adalah langkah gegabah untuk resign HANYA karena berbagai masalah kecil, dan terlalu cepat keluar dari pekerjaan yang saat ini dijalankannya, tanpa perencanaan yang matang!

Persiapan Resign Dini

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest

Mau Tips Jitu untuk Karir dan Bisnis?

Dapatkan ebook gratis, artikel, tips, dan cara- cara membangun karir sukses sesuai Passion Anda, langsung ke email Anda!

Informasi ini tidak akan diberikan untuk pihak lain manapun