Profesi Batu Pijakan

0

Kadang- kadang, atau malah seringkali, kita menemukan diri kita nongkrong cantik di pekerjaan atau profesi yang nggak pernah kita bayangkan sebelumnya. Kalau pekerjaan atau profesi ini memang kita ENJOY sih ga masalah. Tapi masalah muncul, dan muka kita jadi bertekuk delapan belas pangkat tiga, ketika kita menyadari bahwa kita ternyata duduk di profesi yang sebenarnya KITA nggak suka!

Amit amiiiit jabang bos…

Gimana kalau kita ternyata ada di profesi yang nggak kita BANGET, dan kita bahkan nggak menikmati prosesnya? Apa kita harus segera resign? Apa kita harus ngibarin bendera putih? Apa kita harus lari- lari keliling kantor pake kolor pura- pura gila supaya bosnya minta ampun?

Eitts! Nanti dulu!

Ada suatu profesi yang saya sebut “Profesi Batu PIJAKAN”.

Batu pijakan buat apa? Biasanya, batu pijakan buat profesi SETELAH profesi ini, yang memang kita INGINKAN!

Misalnya, seorang sahabat saya pernah bekerja sebagai storyboarder. Padahal dia nggak suka banget tuh profesi sebagai storyboarder. Bangun pagi, cuma pacaran sama meja gambar, dan dikasih instruksi ini itu, tidur di meja gambar, makan siangnya aja pensil 2B sama cuci mulutnya penghapus Staedler. Tapi kenapa dia bertahan di profesi itu? Karena ternyata, sambil jadi storyboarder, dia terus belajar tentang sudut pengambilan gambar film, sehingga dia kemudian naik jadi asisten Sutradara, lalu sebagai sutradara.

Itu profesi yang dia MAU! ‘Profesi setelah profesi yang ini!’

Dan kadang- kadang, kita ternyata sering masuk di dalam suatu profesi, karena profesi itu adalah suatu profesi Batu PIJAKAN, bahkan tanpa kita sendiri SADAR!

Misalnya, Wida, salah satu peserta seminar saya. Dia punya Passion ingin banget keliling dunia, dan kalau perlu, dibayar buat melakukan itu. Tapi sampai saat ini, dia malah kerja di profesi yang mengelem pantatnya di kursi kantor. Wida kerja sebagai penerjemah bahasa di sebuah agen tour, dengan gaji 11 koma. Tanggal sebelas udah koma. Dan setiap hari, dia mengeluhkan pekerjaannya. Malah bukan sekali dua kali dia hampir resign.

Baca Juga  7 Profesi Modal Dengkul (Literally!)

Tapi kenapa dia terus bertahan? Dia sendiri nggak tahu.

Kata dia, “Kayak ada kekuatan nggak kelihatan yang nahan dia untuk tetap ada di situ”.

Beberapa minggu kemudian, dia mengirim message ke saya untuk mengabarkan, bahwa bosnya, mengenalkan dia sama temannya, yang menawarkan pekerjaan sebagai personal tour guide‘ karena skill bahasanya yang ‘terlatih’!

“Oh iyaaaaaaa, dulu ini yang jadi pertimbangan ane coach!”, kata dia mendadak jadi orang arab.

Itu adalah profesi yang harus dia lewati, untuk menuju profesi yang dia MAU!

Saya sendiri awalnya nggak suka MENULIS. Awalnya, menulis buat saya hanyalah batu PIJAKAN untuk bisa berbagi pemikiran dan meluaskan jangkauan saya sebagai pembicara.

Dalam setiap profesi, selalu ada profesi yang kita MAU, dan profesi SAAT INI.

Beberapa profesi saat ini, bisa jadi adalah profesi batu pijakan, untuk bisa MEMASUKI profesi SETELAH profesi yang ini!

So untuk memastikan langkah Anda menuju profesi IDAMAN Anda, pastikan dulu melakukan check recheck atas empat hal ini:

  1. Apakah sebenarnya profesi yang Anda MAU?
  2. Apakah profesi yang Anda mau adalah profesi setelah profesi yang INI?
  3. Bagaimanakah profesi ini bisa menjadi ‘Profesi Batu Pijakan’ untuk Anda?
  4. Berapa lama Anda akan memberikan batasan waktu (time limit) untuk bekerja di profesi ini?

Hidup adalah proses. Membangun profesi juga butuh proses. Dan proses, seringkali membutuhkan ‘batu- batu pijakan’!


Share.

About Author

Passion Coach | Penulis Buku National Best Seller "Passion!", "Lakukan Dengan Hati", dan "Ini Cara Gue". Anggota International Coach Federation, Certified Practitioner MBTI dan SII Asia Pacific, dan CEO dari Inspira Asia.

Mau Tips Jitu untuk Karir dan Bisnis?

Dapatkan ebook gratis, artikel, tips, dan cara- cara membangun karir sukses sesuai Passion Anda, langsung ke email Anda!

Informasi ini tidak akan diberikan untuk pihak lain manapun