Profesi Batu Pijakan

Profesi Batu Pijakan

Kadang- kadang, atau malah seringkali, kita menemukan diri kita nongkrong cantik di pekerjaan atau profesi yang nggak pernah kita bayangkan sebelumnya. Kalau pekerjaan atau profesi ini memang kita ENJOY sih ga masalah. Tapi masalah muncul, dan muka kita jadi bertekuk delapan belas pangkat tiga, ketika kita menyadari bahwa kita ternyata duduk di profesi yang sebenarnya KITA nggak suka!

Amit amiiiit jabang bos…

Gimana kalau kita ternyata ada di profesi yang nggak kita BANGET, dan kita bahkan nggak menikmati prosesnya? Apa kita harus segera resign? Apa kita harus ngibarin bendera putih? Apa kita harus lari- lari keliling kantor pake kolor pura- pura gila supaya bosnya minta ampun?

Eitts! Nanti dulu!

Ada suatu profesi yang saya sebut “Profesi Batu PIJAKAN”.

Batu pijakan buat apa? Biasanya, batu pijakan buat profesi SETELAH profesi ini, yang memang kita INGINKAN!

Misalnya, seorang sahabat saya pernah bekerja sebagai storyboarder. Padahal dia nggak suka banget tuh profesi sebagai storyboarder. Bangun pagi, cuma pacaran sama meja gambar, dan dikasih instruksi ini itu, tidur di meja gambar, makan siangnya aja pensil 2B sama cuci mulutnya penghapus Staedler. Tapi kenapa dia bertahan di profesi itu? Karena ternyata, sambil jadi storyboarder, dia terus belajar tentang sudut pengambilan gambar film, sehingga dia kemudian naik jadi asisten Sutradara, lalu sebagai sutradara.

Itu profesi yang dia MAU! ‘Profesi setelah profesi yang ini!’

Dan kadang- kadang, kita ternyata sering masuk di dalam suatu profesi, karena profesi itu adalah suatu profesi Batu PIJAKAN, bahkan tanpa kita sendiri SADAR!

Misalnya, Wida, salah satu peserta seminar saya. Dia punya Passion ingin banget keliling dunia, dan kalau perlu, dibayar buat melakukan itu. Tapi sampai saat ini, dia malah kerja di profesi yang mengelem pantatnya di kursi kantor. Wida kerja sebagai penerjemah bahasa di sebuah agen tour, dengan gaji 11 koma. Tanggal sebelas udah koma. Dan setiap hari, dia mengeluhkan pekerjaannya. Malah bukan sekali dua kali dia hampir resign.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest

Mau Tips Jitu untuk Karir dan Bisnis?

Dapatkan ebook gratis, artikel, tips, dan cara- cara membangun karir sukses sesuai Passion Anda, langsung ke email Anda!

Informasi ini tidak akan diberikan untuk pihak lain manapun