Mempersiapkan Modal Ala Passionpreneur

Nyiapin Modal Ala Passionpreneur

Kalau saya dapet sepuluh ribu perak setiap kali ada peserta dan pembaca yang menunda langkah untuk memulai profesi impiannya dengan alasan “kurang modal”, mungkin saya udah jadi juragan sepuluh ribuan. Asli.

Anda nggak bakal bisa membayangkan betapa buanyaknya orang yang hobi memakai kata “modal” sebagai alasan dan senjata pamungkas buat menunda- nunda langkah mereka.

“Pengen siiiih ngebangun profesi yang ‘gue banget’, tapiii, nggak ada modalnyaaa Coach”,
“Emang butuh modal berapa?” tanya saya sok akrab dengan gaya ‘kepo’.
“Banyak deh coach.”
“Banyaknya berapa?”
“Belum tahu coach”.
“Lah? Oke deh. Butuh modalnya buat apa?”
“Buat modal ini itu.”
“‘Ini itu’ itu, apaan aja?”
“Waaah itu sih belum taaaahuuuu!”

“Yeeeeeeee!”

Gimana kita bisa tahu butuh modal berapa, kalau malah belum tahu untuk apa?
Dan gimana kita bisa tahu udah punya modal cukup atau belum, kalau kita nggak tahu butuhnya berapa?
Gimana juga kita bisa tahu butuhnya berapa kalau kita ngeriset profesi atau bisnis itu aja belom?

Jadi sebelum kita ngumpet dibelakang alibi dan alasan ‘modal’, kita musti tahu dulu, sebenarnya apa sih ‘modal’ yang kita maksud? Buat dipake apa? Berapa duit? Dan bagaimana serta kapan kondisi modal minimal banget, untuk bisa mulai jalan?

Kalau kita belum tahu detail dan patokan jelas ‘permodalan’ ini, alasan ‘nggak ada modal’ malah bisa bikin kita terjebak dalam status quo, dan bikin kita nggak bisa mulai mulai!

 

Rinci Dulu Kebutuhan Modal Usaha Anda!

Ibarat mau pergi berwisata, untuk bisa nyiapin biayanya, kita perlu tahu dulu mau kemana, naik apa, lewat jalan apa, sama siapa, makan apa, berhenti selfie dimana, dan ngapain aja, supaya kita tahu jumlah ongkos yang dibutuhkan.

Saat Passionpreneur mau nyiapin modal untuk profesinya, juga sama!

Inilah tahap- tahap yang perlu Anda lakukan buat merinci modal ala Passionpreneur!

Langkah 1 – Pastikan dulu wujud profesi sesuai Passion Anda.

Kalau ada yang nanya, “Profesi apa yang paling bagus?” saya selalu ngejawab, “Semua juga bagus”. Lalu dia nanya, “Profesi apa yang bisa bikin kaya?” saya suka ngejawab, “Semua juga bisa bikin kaya”. Kuncinya adalah memilih. Dan memilih yang paling ‘ANDA BANGET’..

Kalau peluang usaha atau bidang profesinya aja masih ‘nggak tahu’ atau ‘liat nanti’, atau ‘kayaknya’, Anda bakal susah menghitung jumlah angka yang Anda perlukan! Jadi, apa profesi yang mau Anda bangun dan tekuni?

Langkah 2 – Pelajari biaya Start up Profesi ini.

Setiap profesi punya kebutuhan biaya memulai yang berbeda- beda. Biaya jadi Food Blogger, cuma modal komputer, kamera handphone, free blog hosting, dan koneksi internet, jadi kebutuhan modal sangatlah minim. Profesi sebagai YouTuber, butuh biaya sedikit lebih banyak untuk kamera HD, microphone, lighting, dan mungkin talentnya, mungkin butuh nabung atau menyisihkan modal dari gaji 2- 3 bulan untuk produksi 1 season (13 episode). Profesi sebagai Jingle Maker, butuh ruangan kedap suara, bisa sewa atau bangun di garasi, microphone, sound mixer, dan alat musik serta peralatan yang dibutuhkan. Mungkin biayanya sedikit lebih besar.

Jadi, apa saja biaya start profesi impian Anda? Catat elemen demi elemen kebutuhan start upnya!

Langkah 3 – Rinci biaya per elemen dan total biaya di Excel.

Kesalahan terbesar yang sering dilakukan orang saat mau membangun profesi idamannya adalah tidak merinci biaya yang dibutuhkan! Karena itu, diapun terjebak dalam ‘limbo mencari modal’. Jadi, buka Microsoft Excel, dan data semua elemen/ item yang dibutuhkan untuk memulai profesi baru Anda yang sudah Anda catat tadi beserta harga dan biayanya, lalu hitung total biayanya. Tidak tahu harganya? Lakukan riset! Tinggal Google atau tanya teman aja kok.

Langkah 4 – Bikin Plan B untuk modal.

Nah, setelah Anda punya daftar elemen dan total biaya yang Anda butuhkan, save dokumen Anda. Lalu, buka dokumen baru dan tuliskan Plan B atau rencana cadangan! Tulis semua elemen yang Anda tulis di dokumen sebelumnya, tapi, kali ini tulis versi ‘Minimum’ atau versi murah nya!

Kalau nggak bisa beli kamera, minimum sewa lah. Kalau nggak bisa bikin studio, mungkin di garasi bisa? Kalau nggak bisa rekrut 5 tim produksi, minimum rekrut 1 dan colek 4 teman. Nggak bisa beli mebeul kantor, coba beli second atau DIY sendiri!

Tuliskan semua biaya minimum, dan totalkan!

Langkah 5 – Bikin prakiraan dan target timeline mulai.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest

Mau Tips Jitu untuk Karir dan Bisnis?

Dapatkan ebook gratis, artikel, tips, dan cara- cara membangun karir sukses sesuai Passion Anda, langsung ke email Anda!

Informasi ini tidak akan diberikan untuk pihak lain manapun