Extrovert dan Introvert dalam Meeting

Extrovert dan Introvert dalam meeting dan rapat bersama tim dalam organisasi dan perusahaan, bagaimana MBTI mempengaruhi aktivitas dan kinerja perusahaan
5. Extrovert Makin Berenergi, Introvert Makin Lelah
Karena cara yang berbeda dalam mendapatkan energi, rapat fisik yang ramai, dimana semua orang mendapat kesempatan bercengkerama dan tertawa, berargumen, dan bergerak secara fisik, memberikan orang- orang ‘E ‘semakin banyak energi. Makin rame makin semangat, makin keras makin seru, makin banyak ide dilontarkan makin cemerlang gagasannya.

Sebaliknya, orang- orang ‘I’ justru sebaliknya. Mereka cenderung mendapatkan energi dari refleksi diri, pemikiran, dan privacy. Semakin rame, berisik, dan terlalu banyak orang disekitarnya, aktivitas itu makin menguras tenaga. Makin banyak orang (apalagi kalau tidak dekat dengannya secara personal), setiap interaksi aktifnya justru menguras tenaga.

Bukan berarti dia nggak mampu berinteraksi, dia bisa sama hebohnya dengan teman- teman ‘E’, tapi saat orang ‘E’ makin berenergi, dia makin terkuras.
6. Selesai Meeting Extrovert dan Introvert Meninggalkan Ruangan
… dengan kecepatan yang berbeda.

Kalau tidak terpaksa, misalnya ada pekerjaan lain atau deadline, Extrovert bakal masih belum ikhlas meninggalkan serunya ruangan, ramainya obrolan, dan interaksi fisik dengan rekannya. Dia masih duduk- duduk ngobrol, berdiri sambil tertawa keras, atau mondar mandir di luar ruangan meeting nyari kesempatan diskusi lainnya dengan orang yang kebetulan lewat.

Atau mungkin sebaliknya, dia pengen langsung action dan bergerak melaksanakan hasil meeting tadi, tanpa dipikirin atau direncanakan lebih jauh dulu.

Sebaliknya, orang- orang Introvert biasanya sudah menghilang lebih dulu dari ruangan meeting, kembali ke ruang privacy- nya. Dan bila hasil meeting tadi dianggap penting, dia sudah mulai membuat rencana dan melakukan pemikiran- pemikiran pribadi di dalam kepalanya, sebelum bergerak secara fisik untuk melaksanakannya. Plan before act!

Dan di ruangan pribadinya, dia men- charge tenaganya yang terkuras gara- gara melayani orang- orang Extrovert yang ‘berisik’ tadi. Hhhh…

Menyikapi Perbedaan Preferensi Ini

Extrovert dan Introvert bukan tentang perbedaan dalam mampu atau nggak mampu ngomong, ‘gaul’ atau nggak mampu gaul. Itu mitos yang salah banget. Extroversial dan Introversial adalah kecenderungan dan preferensi kita dalam bagaimana kita lebih cenderung memusatkan perhatian kita, dan bagaimana kita secara kognitif mengumpulkan energi.

Dalam meeting, ataupun dalam segala jenis aktivitas dan interaksi antara orang Extrovert dan Introvert, yang paling perlu dipahami adalah bahwa perbedaan ini ada. Dan saling menghargai perbedaan untuk kerjasama lebih baik. Dan kalau Anda berada di posisi pemimpin rapat atau leader organisasi, Anda bisa menggunakan pemahaman ini untuk mengeluarkan potensi terbaik setiap orang!

Misalnya dalam meeting ini, sebaiknya seorang ‘E’ lebih memberikan waktu untuk ‘I’ untuk mengeluarkan pendapatnya tanpa memotong pembicaraannya sebelum dia bahkan selesai, dan seorang ‘I’, harap memaklumi kebiasaan orang- orang ‘E’ yang berpikir dengan cara mengucapkannya, atau bahkan mengingatkan kebiasaannya untuk do before think.

Dan ini bahkan baru membahas 1 dikotomi dalam MBTI, dan belum membahas pengaruh tiga lainnya dalam situasi yang sama.

Memahami satu sama lain adalah kunci kerjasama dan mengeluarkan potensi pribadi kita. Sebagai Extrovert, pelajarilah skill privacy seorang Introvert, dan sebagai Introvert, pssssst, ada kalanya Anda juga harus belajar skill ngomong seorang Extrovert, dan berani mengungkapkan ide Anda blak- blakan! Ini bisa dilatih dan dipelajari!

Gimana? Anda merasakan ini? Anda lebih condong sebagai Extrovert atau Introvert?

Pin It on Pinterest

Mau Tips Jitu untuk Karir dan Bisnis?

Dapatkan ebook gratis, artikel, tips, dan cara- cara membangun karir sukses sesuai Passion Anda, langsung ke email Anda!

Informasi ini tidak akan diberikan untuk pihak lain manapun