Cinta Butuh Pengorbanan

1

“Cantik butuh pengorbanan maaaaa”, kata anak sobat saya beberapa saat lalu waktu kita lagi makan malam bareng.

“Yaelah gaya bener luuuu”, kata sobat saya yang notabene adalah mamanya, “Anak 5 taun ngomong cantik butuh pengorbanaan! Pengorbanan apaan? Pengorbanan lu paling musti bagi Choki- choki sama si adek doangg.”

Eiittss, ga mau kalah, si anak mengibaskan rambutnya ala iklan shampoo, dan bilang, “Cinta itu butuh pengorbanan…” lho kok ga nyambung?

“Nah ini mah denger dari lu pasti”, kata saya cuek dan yakin.

“Yoiiiiii, tau aja luh”, ibunya ketawa.

“Iya lah, gua sering denger kalimat ini lu ulang- ulang ke suami lu, tiap lu ulang taun. Di toko sepatu atau toko tas. Kalau suami lu berat ngeluarin dompet.”

“Yeaaaah! Cinta memang butuh pengorbanan” katanya sambil ngangkat tas kado terbaru dari suaminya bangga.

“Kasian banget suami lu…”

 

Mendengar konsep “cinta butuh pengorbanan”, kesannya beraaat dan mungkin sedikit negatif. Tapi sebenarnya, konsep ini ada benarnya juga lhoooo. Tapi dalam pembahasan saya, makna konsep ini sendiri nggak berat- berat amat dan nggak senegatif itu. Cinta butuh pengorbanan, cinta itu ada ‘harganya’, dalam artian, meraih apa yang benar- benar kita cintai itu sesungguhnya nggak selalu mudah, dan nggak bisa semulus mimpi kita.

Simulasinya begini deh.

Semakin berkualitas sesuatu, biasanya semakin mahal harganya. Semakin berharga sesuatu, makin susah didapatnya. Dan makin cinta kita pada sesuatu, biasanya makin besar tantangannya. Alasannya bisa macam- macam, mulai dari mahalnya biaya maintenancenya, langkanya keberadaannya, atau besarnya persaingan memperebutkannya. Contoh sederhananya, intan permata, atau pasangan tercinta Anda.

Karena tingginya kualitasnya atau kelangkaannya, harga kedua hal ini sama- sama MAHAL. Hanya beda ‘jenis pembayaran’ yang harus dilakukan. Kalau intan permata sih cuma masalah duit. Tapi pasangan tercinta Anda mungkin membutuhkan pembayaran yang lebih kompleks. Yaitu ‘harga’ berupa cinta yang lebih besar dari Anda, komitmen dan dedikasi Anda, ketulusan hati Anda, meluangkan waktu untuk dirinya, dan seringkali pengorbanan usaha Anda untuk mendapatkannya.

Baca Juga  Obrolan Warteg

Dan Anda mungkin tidak pernah menyesali pengorbanan ini kan? Karena hasilnya, yang pada akhirnya Anda dapat, adalah setimpal, bahkan lebih BERMAKNA dari pengorbanan yang Anda bayarkan! Hidup dalam cinta!

Cinta, ada harganya. Dan wujud harganya bermacam- macam. Makin berharga cinta itu, makin mahal harganya.

Dengan alasan yang sama, membangun profesi berdasarkan Passion sebenarnya ADA HARGANYA. Dan tergantung dari seberapa besar impian Anda untuk hidup dalam Passion Anda, harganya akan MAKIN MAHAL.

Apa harga yang harus dibayar untuk membangun profesi idaman sesuai Passion? Apa harga untuk kita bisa mengatakan Ini ‘GUE BANGET’ dalam kerjaan kita?

Harga itu antara lain adalah waktu, usaha, uang, dan komitmen!

So Anda ada di profesi sekarang, yang mungkin belum jadi Passion Anda. Dan dalam waktu, tenaga, dan modal yang terbatas sisanya, saya malah meminta Anda untuk mengurangi waktu santai Anda, dan BEKERJA EKSTRA untuk membangun Passion Anda. Ini bukannya namanya pengorbanan nih? Jelas ini suatu pengorbanan! Tapi ini adalah harga yang perlu Anda bayarkan, kalau Anda MAU membangun profesi sesuai Passion Anda!

Pertanyaannya cuma satu. Mau Anda bayar nggak?

Kalau nggak mau kita bayar, maka jangan heran kalau kita tetap berada di lokasi dan posisi kita yang sama bertahun demi bertahun demi bertahun. Situasi ini akan pelan- pelan berubah, saat kita mulai ‘membayar’ cinta kita, Passion kita, dengan USAHA NYATA.

Anggaplah pembayaran ini adalah MENEBUS kebebasan Anda. Anda membayar dan berkorban sedikit saat ini, untuk mendapatkan profesi yang memang Anda CINTAI dan memberi Anda MAKNA.

Baca Juga  Inspirasi Dalam Panel Komik (2 dari 2 )

Yang penting, jangan sampai Anda sudah ada di profesi yang ANDA NGGAK SUKA, nggak memberi makna, dan nggak membuat Anda hidup penuh, eeeeeeeh, masih diharuskan membayar profesi yang Anda nggak suka itu dengan pengorbanan besar pula! Udah nggak suka, harga pengorbanannya besar? Rugi banget! Sudah jatuh ditimpuk pake tangga itu sih!

Membangun cinta dan Passion ada harganya. Pertanyaannya, apa Anda sudah mulai MEMBAYAR harga itu?


Share.

About Author

Passion Coach | Penulis Buku National Best Seller "Passion!", "Lakukan Dengan Hati", dan "Ini Cara Gue". Anggota International Coach Federation, Certified Practitioner MBTI dan SII Asia Pacific, dan CEO dari Inspira Asia.

Mau Tips Jitu untuk Karir dan Bisnis?

Dapatkan ebook gratis, artikel, tips, dan cara- cara membangun karir sukses sesuai Passion Anda, langsung ke email Anda!

Informasi ini tidak akan diberikan untuk pihak lain manapun