Bedanya Hobi Dengan Passion

0

Banyak banget, dan selalu ada di seminar manapun, sahabat- sahabat yang dengan penuh semangat mengangkat tangan setinggi- tingginya seakan mau high five sama malaikat, angkat suara untuk bertanya kepada saya.

“Coach D yang ganteng, apa sih beda HOBI sama PASSION?” (okee okeee, kata ‘yang ganteng’- nya memang saya yang tambahin. Biarin aja kenapa ih…)

Nah, mungkin setiap orang punya jawaban berbeda untuk pertanyaan ini. Tapi kalau saya, saya punya jawaban saya sendiri.

Buat saya, Hobi dan Passion itu punya hubungan yang dekat banget. Saking dekatnya, mereka sampai bisa dibilang mereka adalah kakak adik. Bedanya, hobi kekurangan rasa DAGDIGDUG yang biasanya ADA di Passion, hobi kekurangan rasa ANTUSIAS yang biasanya membakar Passion, dan hobi kekurangan rasa keinginan untuk HIDUP selalu bersamanya, yang biasanya selalu menemani Passion.

Simplenya?

Hobi itu kayak kecengan. Passion itu Cinta Sejati!

Kecengan bisa jadi Cinta sejati. Tapi nggak semuanya!

Kecengan gampang dilupakan, Cinta sejati abadi selamanya!

Jadi untuk membantu kita menemukan Passion, sebenarnya kita bisa mulai meliriknya dari hobi! Sama seperti ketika kita mencari jodoh sehidup semati dengan menseleksi kecengan yang ada saat ini. Tapiiiiiii, gimana dong kalau banyak orang yang Hobinya aja nggak tahu!

Tentu bakal agak repot mencari Passion nya.

Saya jadi ingat sebuah kisah.

Di sebuah SMA, Pak Tobi, seorang guru baru meminta murid- muridnya untuk memperkenalkan diri sambil menyebutkan hobi masing- masing. Jadi perkenalan pun dimulai, dari siswa- siswa cowok.

“Pagi pak, Saya Bambang”, kata cowok pertama. “Hobi saya ngeliatin gelembung di kamar mandi”.

Hah? Hobi yang aneh. Tapi sudahlah, kita nggak boleh ngejudge hobi orang, pikir gurunya tenang.

Baca Juga  5 Langkah Mengubah Hobi Jadi Profesi

“Saya Rudi”, kata cowok kedua. “Hobi saya ngeliatin gelembung di kamar mandi”.

Apa? Kok ada lagi yang ginian? Ohh, mungkin dia teman yang baik, ngesupport hobi temannya walau aneh. Gapapa gapapa, lanjuuut.

“Saya Panji, hobi saya ngeliatin gelembung di kamar mandi”.

Wookeeeeh, di tahap ini si guru yakin kalau dia lagi dikerjain sama anak- anak cowok ini. Jadi lupakanlah anak cowok. Mari beranjak ke anak- anak cewek.

“Halo pak, saya Meri”, kata anak cewek pertama. “Hobi saya ngelukis”.

Alhamdulillah, bedaaaaaa…

“Haihai”, anak cewek berikutnya angkat bicara. “Saya Ayu, hobi saya nyanyi”.

Nah, sampai di sini, giliran bicara dan memperkenalkan diri jatuh ke tangan seorang siswi yang bisa dibilang cukup berbeda dengan siswi- siswi lainnya di kelas itu. Parasnya cantik – terbukti dari mendadak saya memakai kata ‘paras’, ‘bukannya ‘wajah’ atau ‘tampang’ – badannya langsing, tinggi semampai, dengan rambut hitam berombak seperti yang ada di iklan- iklan shampoo dengan aroma Photoshop itu lho.

“Pagi pak”, katanya dengan lembut, “Nama saya Gelembung, hobi saya mandi”.

Anak- anak cowok langsung heboh cekikikan.

“Ooooooo.” Pak Tobi langsung geleng- geleng bercampur ngangguk- ngangguk paham.

Dasar cowok…

Hobi Anda mungkin adalah JALAN TOL menuju Passion Anda yang bakal bikin Anda sukses. Kembangkan terus, dan jangan sampai hobi Anda nyangkut di kamar mandi kayak anak- anak SMA tadi.

Mau nyari pasangan hidup? Ngeceng!

Mau ngembangin Passion? Gali dan luangkan waktu buat hobi!

Share.

About Author

Passion Coach | Penulis Buku National Best Seller "Passion!", "Lakukan Dengan Hati", dan "Ini Cara Gue". Anggota International Coach Federation, Certified Practitioner MBTI dan SII Asia Pacific, dan CEO dari Inspira Asia.

Mau Tips Jitu untuk Karir dan Bisnis?

Dapatkan ebook gratis, artikel, tips, dan cara- cara membangun karir sukses sesuai Passion Anda, langsung ke email Anda!

Informasi ini tidak akan diberikan untuk pihak lain manapun