Tips Sederhana Self Coaching

0

Setiap pagi, sebelum berangkat kerja, kita suka berenti en ngetem singkat di depan sahabat lama kita yang jujur, si cermin. Di situ kita bakal diam beberapa saat, melototin pantulan diri kita, liat semua sisi muka kita… jangan sampai ada upil nempel pas kita ketemu kecengan kita.

Lalu tergantung pada seberapa narsisnya diri kita, kita bakal menghina atau memuji diri sendiri, kayak tokoh sinetron yang hobi banget ngomong sama diri sendiri. “Aaaah, lumayan ganteng kok”. Dan karena saya orangnya narsis banget, biasanya saya bakal sampai kaget banget pas liat tu cermin, “Gila, tambah ganteng aja gua!”

Tapi anehnya, walau kita secara rutin memandangi dan menjaga pantulan fisik diri kita, kenapa ya kok kita nggak serutin itu ngejaga pantulan fisik jiwa dan pemikiran kita. Kita nggak sesering itu melihat pantulan hati kita dan bertanya, “Apa saya puas dengan hidup saya hari ini?”

Nah, inilah tugas utama seorang coach. Berbeda dengan motivational speaker yang bakal menyuapi Anda dan ngebanjur Anda dengan semangat dan teori- teori untuk sukses, seorang coach lebih bertugas MEMANTULKAN isi hati, pemikiran, dan jiwa Anda agar Anda dapat melihatnya lebih jelas. Seorang coach laksana sebuah cermin mengkilat, yang akan dapat membuat Anda melihat diri Anda dengan lebih jujur!

Makanya, untuk alasan yang sama, semua orang harus BISA jadi coach untuk dirinya sendiri.

So kali ini saya bakal ngasih tiga tips sederhana supaya Anda bisa menjadi Self Coach untuk diri Anda sendiri, terutama, dalam hubungannya dengan pengembangan Passion Anda!

1. Luangkan waktu KHUSUS untuk BERKOMUNIKASI serius dengan diri Anda.

Diantara sibuknya waktu kerja dan aktifitas kita, seringkali kita tidak lagi punya waktu untuk berpikir serius dan ‘berkaca’ kedalam diri kita. Hari pagi dan hari malam datang berganti, tidur, bangun, dan kerja, tanpa sadar seminggu penuh sudah berlalu. Untuk bisa mengembangkan diri Anda dan Passion Anda, carilah, bahkan luangkanlah waktu untuk Silent Moment. Beberapa menit hingga satu jam per hari atau bahkan per minggu sudah cukup, dimana Anda bisa berkomunikasi dengan hati Anda tanpa terganggu rutinitas, dan meluruskan kembali arah hidup Anda.

Baca Juga  5 Kelemahan Anda, 5 Kelebihan Anda!

2. Gunakan PERTANYAAN, bukan PERNYATAAN.

Di Silent Moment Anda, gunakanlah pertanyaan sebagai cermin. Seorang coach adalah MASTER dan jagoan dalam menggunakan pertanyaan. Malah lebaynya kadang- kadang mau mesen makanan di restoran aja musti banyak nanya dulu. “Paling enak apa mas?” “Kenapa mas anggap itu enak?” “Apa yang bisa dilakukan supaya makanan saya lebih enak?”

Pertanyaan yang tepat bakal bikin semua orang berpikir dan menggali lebih jauh, mencari jawaban yang lebih dalam, dan pada akhirnya, mengembangkan dirinya lebih jauh. Pertanyaan yang TEPAT bakal berkali- kali lipat lebih efektif dari pernyataan atau yell yell apapun, karena dia bersifat personal.

Untuk ngeggali passion Anda, tanyakanlah pertanyaan- pertanyaan seperti:
• “Apa yang sebenarnya benar- benar INGIN saya kerjakan dalam hidup?”
• “Apa kekuatan, bakat, dan kemampuan utama saya?”
• “Bagaimana saya ingin berkontribusi pada dunia?”
• “Saat saya sudah tiada nanti, apa saya akan dikenang orang? Sebagai apa?”

3. Gunakan pertanyaan yang bersifat AKTIF, POSITIF, dan membawa ACTION.

Nggak semua pertanyaan bagus. Ada saja pertanyaan yang nggak berguna untuk pengembangan diri, misalnya, “Kenapa saya kok nggak bisa saja mengerjakan ini ya?” yang bakal bikin kita memikirkan sejuta alibi tentang ‘ketidakmampuan kita’. Atau pertanyaan pasif seperti, “Kok ini susah sekali ya?” yang tidak akan memberi kita solusi atau pengembangan arah diri. Ataupun, “Ini bukan Passion saya kali ya?”

Daripada pertanyaan seperti itu, pakailah pertanyaan positif yang aktif dan membawa action, seperti, “Apa yang bisa saya lakukan supaya bisa melakukan ini?” “Bagaimana saya bisa membuat ini lebih mudah?” atau “Apa yang bisa saya lakukan untuk memastikan saya menikmati proses Passion ini?”

Baca Juga  Berani Mencoba Hal Baru!

Ketika Anda bisa menjadi Self Coach, dunia akan terbuka lebar untuk Anda. Tidak ada lagi hambatan yang bakal membuat Anda sedikit- sedikit men- tweet “Galau” atau “Sepi…”

Dengan skill sebagai Self Coach, semoga Anda bisa lebih jauh mengembangkan diri dan PASSION Anda. Lagipula, bukankah orang yang paling paham tentang diri Anda sendiri, adalah diri Anda SENDIRI?

Dah deeh, buruan cobain tiga tips sederhana ini, dan rasakan manfaatnya untuk hidup Anda!


Share.

About Author

Passion Coach | Penulis Buku National Best Seller “Passion!”, “Lakukan Dengan Hati”, dan “Ini Cara Gue”. Anggota International Coach Federation, Certified Practitioner MBTI dan SII Asia Pacific, dan CEO dari Inspira Asia.

Mau Tips Jitu untuk Karir dan Bisnis?

Dapatkan ebook gratis, artikel, tips, dan cara- cara membangun karir sukses sesuai Passion Anda, langsung ke email Anda!

Informasi ini tidak akan diberikan untuk pihak lain manapun