Saatnya Berhenti Mencari Lowongan Kerja!

0

Apa iya, setinggi- tingginya tupai meloncat, pada akhirnya dia harus mencari lowongan kerja juga?

Soalnya, walau katanya jumlah peminat usaha dan calon pengusaha di Indonesia lagi tinggi- tingginya, dan telah bertahun- tahun ‘dihajar’ motivator bisnis dan seminar wirausahapun, ternyata pencarian keyword “lowongan kerja” di Google masih jauuuuuuuh lebih banyak dibandingkan pencarian keyword “bisnis” atau “usaha”, dan pencarian “cari lowongan kerja” masih lebih populer daripada “belajar bisnis”.

Beberapa alasan yang mungkin bikin orang terus- terusan hobi meng- google kata “lowongan kerja”, adalah:

  • Nggak ada modal untuk bisnis, mending kerja deh.
  • Takut kalau dia mulai berbisnis, nanti ada “apa- apa”.
  • Ngerasa “da saya ma apa atuh”, terhadap dunia bisnis.
  • Nggak ada pengalaman untuk bisnis.
  • Berharap yang meng-interview di lowongan kerjanya cantik dan single.

Tapi kata siapa mentang- mentang kita nggak bisa (atau nggak mau) berbisnis lantas kita terus- terusan ngerodi Google dengan ngetik “cari lowongan kerja” sampe jari kekar dan aduhai? Nggak perlu gitu juga kali!

Kalaupun kita belum bisa memulai bisnis kita sendiri, kita bisa memulai perjalanan kita dengan MEMBUAT LOWONGAN KERJA kita sendiri!

Lima Langkah Menciptakan Lowongan Kerja Untuk Diri Sendiri

Menciptakan lowongan kerja untuk diri sendiri, artinya TIDAK tergantung pada satu employer untuk bekerja, dan tidak tergantung pada employer kita untuk meningkatkan jumlah pendapatan kita!

Suatu kebiasaan ‘MENCIPTAKAN’, bukan sekedar MENCARI atau menunggu.

Pengusaha bisa menciptakan lowongan kerja untuk dirinya sendiri, freelancer bisa menciptakan lowongan kerja untuk dirinya sendiri, karyawan juga bisa, bahkan yang masih pengangguran pun bisa!

Intinya adalah memahami bahwa yang namanya kerja itu, pengembangannya, dan potensi uangnya sebenarnya bisa secara aktif kita rencanakan sendiri.

LANGKAH SATU – Kenali Kelebihan dan Kekurangan Diri

Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan. Kalau memang ada orang yang nggak punya kekurangan, artinya orang itu bikin sirik dan bener- bener kurang ajar… tuh kan, artinya bahkan dia pun ada ‘kurang’nya juga. ‘Kurang ajar’.

Jadi Anda nggak usah takut apalagi malu sama kekurangan Anda. Bahkan, nggak selalu yang namanya kekurangan itu harus ditutupi, karena dibalik kekurangan itu mungkin tersembunyi kelebihan Anda!

Baca Juga  Makin Ke Atas Anginnya Makin Keras

Tujuan memahami kelebihan dan kekurangan diri sendiri adalah agar kita tahu, profesi macam apa yang ideal sama kita! Kalau kita jago ngomong tapi lemah ngitung, jangan ngelamar sebagai akuntan; kalau kita jago di estetika tapi lemah dalam nanganin dokumen, jangan nambah sampingan sebagai researcher; kalau kita jago desain tapi lemah dalam penulisan, cari rekan penulis untuk bikin jasa desain infografik, misalnya.

Kreativitas kita dalam menyikapi kelemahan, akan membuka peluang kita!

LANGKAH DUA – Pakai Google Untuk Mencari Peluang Yang Berbeda

Sekali- sekali, jangan cuma nge- search “cari lowongan kerja” aja, tapi pakai Google untuk mencari peluang lain yang mungkin ada, dan biasanya, ada BANYAK! Cari peluang sesuai kelebihan Anda di langkah satu, dan Anda akan menemukan banyak kemungkinan atau ide peluang untuk menghasilkan uang yang bisa Anda pakai atau manfaatkan.

Misalnya: jago jualan? Cari “peluang marketing dan sales Indonesia”. Jago desain? Cari “peluang usaha desainer grafis”, atau kalau mau ke pasar Internasional, cari pake bahasa Inggris, “Online career for a graphic designer”.

Bahan nggak apa- apa kok kalau mau pakai kata “cari lowongan kerja” pun, dengan syarat, gunakan KATA DETAIL dan terfokus. Misalnya, “cari lowongan  kerja untuk desainer grafis di Bandung”. Ini sudah lebih baik dan lebih aktif daripada cuma nyari “lowongan apapun”.

LANGKAH TIGA – Bikin Career Plan

Apa itu career plan? Kayak Business plan, tapi buat karir. Nggak membantu ya?

Tapi serius. Anda perlu bikin career plan, walaupun saat ini Anda masih mencari kerjaan buat diri Anda. Kenapa? Career plan bikin diri Anda menyadari bahwa Anda bisa mengatur sendiri rencana karir Anda, dan menguasai sumber- sumber income Anda secara aktif, dan bukan cuma pasif dengan menunggu atau mencari lowongan ‘random’.

Isi sebuah career plan sederhana Anda adalah pembagian waktu, pembagian pekerjaan- pekerjaan yang ingin Anda lakukan setiap waktu itu, dan jumlah income yang Anda harapkan Anda dapat dari setiap pekerjaan itu.

Baca Juga  Ruginya Mengambil Jalan Pintas

Misal, jam 09.00- 12.00 narik Gojek. Jam 13.00- 18.00 kerja sampingan sebagai asisten online. Jam 19.00- 21.00 bikin desain untuk online job market seperti Freelancer.com.

Ada yang nggak suka dan nggak cocok? Tuker- tuker aja sendiri.

LANGKAH EMPAT – Tawarkan Spesialisasi Anda ke Perusahaan yang Anda Mau

“Cari lowongan kerja” adalah kalimat pasrah yang sangat umum, dan bisa membawa Anda ke profesi yang salah, dan malah menghambat jalan Anda menuju kesuksesan. Untuk menghindari ini, Anda bisa:

  1. Jangan cari, tapi TAWARKAN.
  2. Jangan cari posisi asal, tapi MINTA POSISI yang Anda mau.
  3. Jangan cari perusahaan asal, tapi PILIH perusahaan yang Anda mau.

Untuk menciptakan lowongan sendiri dan meningkatkan kemungkinan berhasil Anda bukan perlu mencari lowongan kerja terus menerus, tapi hubungi perusahaan yang Anda mau, dan tawarkan diri Anda untuk posisi yang Anda mau pula.

Tentu yang realistis ya, jangan langsung ngelamar jadi Presdir.

LANGKAH LIMA – Jangan Cuma Menunggu

Orang- orang yang punya kebiasaan mencari lowongan kerja, biasanya punya kebiasaan menunggu. Jangan!

Untuk menciptakan lowongan kerja untuk diri sendiri, Anda harus bisa membuang konsep menunggu jauh- jauh dari kepala Anda.

Cari lowongan belum ketemu? Cari peluang lain!
Email lamaran belum dijawab? Buka peluang baru!
Perusahaan belum memanggil? Jualan dulu apa yang ada!

Menunggu dan cuma menunggu adalah ibu dari kegagalan, dan bertolak belakang dengan konsep menciptakan lowongan pekerjaan sendiri.

Jadi inti dari menciptakan lowongan kerja untuk diri sendiri, adalah PRO AKTIF. Bahkan mungkin lebih dari pro aktif, tapi pro aktifnya pro aktif!

Bukan cuma tergantung ke MENCARI saja, tapi mencari yang CERDAS!

Jangan serahkan karir Anda di tangan orang, percayakan hanya pada diri Anda sendiri!

 


Share.

About Author

Passion Coach | Penulis Buku National Best Seller "Passion!", "Lakukan Dengan Hati", dan "Ini Cara Gue". Anggota International Coach Federation, Certified Practitioner MBTI dan SII Asia Pacific, dan CEO dari Inspira Asia.

Mau Tips Jitu untuk Karir dan Bisnis?

Dapatkan ebook gratis, artikel, tips, dan cara- cara membangun karir sukses sesuai Passion Anda, langsung ke email Anda!

Informasi ini tidak akan diberikan untuk pihak lain manapun