Rantai Abadi si Burung Nuri

2

Di rumah saudara saya ada seekor burung Nuri yang sudah lumayan tua. Kandangnya ditaruh di halaman belakang, persis di sebelah pintu dapur.

Berhubung saya orangnya adalah spesies ‘super omnivora’, saya memakan semua hal. Dari makan tahu goreng, sampai makan teman. Jadi saya sering banget nongkrong atau bolak balik ke dapur. Seperti Belanda yang dulu doyan bolak balik ke Indonesia, dapur adalah area jajahan saya.

Jadi seringlah saya bertatap mata romantis dengan si burung Nuri tadi.

Pertama saya ngeliat dia, ni burung malah balik ngeliat saya. Saya pikir dia nantang adu tatapan, jadi saya layanin. So pasti saya kalah, karena dia seakan nggak bisa ngedip. Lalu mungkin merasa menang, si burung Nuri ini goyang- goyang badan ke kiri dan ke kanan. Persis kayak si penyanyi Gangnam Style dari Korea itu.

Saat ini saya menyadari, kalau ada yang aneh dari si burung ini. Gerakannya sepertinya SANGAT terbatas. Dia sepertinya hanya bergerak di area tertentu dari kandangnya saja. Jadi dia cuma bergerak atau menggoyangkan badan kiri kanan kiri kanan, dan sama sekali nggak berjalan ke tempat lain, atau meloncat ke dahan yang ada di atas kepalanya, ataupun bersalto di udara merayakan kemenangannya.

Jadi saya bergerak ke sisi lain kandangnya, memanggil si burung Nuri untuk mendekat dan bergerak dari tempat berdirinya. Tidak berhasil. Dia cuma bengong ngeliatin saya seakan saya tontonan dalam kandang, dan tetap berdiri di tempatnya. Nyuekin saya sebagaimana saya suka nyuekin pengamen di luar kaca mobil saya.

Jadi saya iseng, mencoba ngasih makanan pada si burung Nuri di sisi lain kandang yang nggak pernah dia dekati itu.

Baca Juga  Mompreneur! Usaha Sampingan Untuk Ibu Rumah Tangga

Si burung Nuri ngeliat makanan di tangan saya, dan dengan wajah penuh napsu, dia teriak- teriak KAOOK KAOOK!

…Tapi dia tetap nggak beranjak dari tempat berdirinya semula.

“Nggak bakal gerak dia Ded”, kata saudara saya.

“Lho, emang kenapa?”

“Dari bayi, kaki burung ini dirantai nempel ke pinggir kandang. Rantai itu nggak pernah dilepas sampai beberapa bulan yang lalu, waktu dia udah tua”.

“Oooh, emang luka atau patah gitu?”

“Dibilang luka, iya juga sih. Memang ada luka gara- gara rantai itu di kakinya yang bikin dia susah jalan…”

“Tapi?”

“Tapi, sebenernya lukanya nggak separah itu juga sih. Kata dokter hewannya seharusnya dia BISA aja jalan ke sana sini kalo dia mau, walau mungkin agak pelan yah…”

“Tapi nggak pernah mau?”

“Nggak pernah, nggak tau tuh kenapa”.

“I see. Rantainya udah jadi rantai abadi”, gumam saya ke diri sendiri.

Rantai abadi.

Bahasa kerennya om om motivator adalah “Rantai tidak terlihat”.

Inilah rantai yang mengikat kita dalam kebiasaan luamaaaa, yang susah kita pecahkan, kebiasaan lama yang mungkin sebenernya udah nggak lagi valid dan nggak tepat dalam situasi yang baru sekarang. ‘Rantai’ yang bikin kita nggak berani mengeksplorasi hal- hal baru, serta mencoba kemungkinan- kemungkinan baru.

Rantai yang bikin kita MERASA bahwa kita memiliki keterbatasan- keterbatasan, ketika sebenarnya keterbatasan itu mungkin sudah tidak ada lagi!

Sebelas dua belaslah kita kadang- kadang sama si burung Nuri tadi, yang nggak berani bergerak dan terus diam, merasa seakan- akan rantai itu masih mengikat kakinya, padahal rantai itu sudah nggak ada lagi.

Kadang- kadang bangsa ini dan dominan masyarakatnya juga kayaknya sebelas duabelaslah sama si Nuri. Yang terjebak dalam pola pikir dan mindset luamaaaa, yang seharusnya udah berubah di zaman sekarang.

Baca Juga  Ralat Lakukan Dengan Hati

Jadi, apakah Anda termasuk mereka yang masih terikat dengan kebiasaan lama, yang sebenarnya BISA dipecahkan atau malah sudah tidak lagi TEPAT dan tidak ada di situasi sekarang?

Hayoooo looo, coba diingat- ingat!


Share.

About Author

Passion Coach | Penulis Buku National Best Seller “Passion!”, “Lakukan Dengan Hati”, dan “Ini Cara Gue”. Anggota International Coach Federation, Certified Practitioner MBTI dan SII Asia Pacific, dan CEO dari Inspira Asia.

Mau Tips Jitu untuk Karir dan Bisnis?

Dapatkan ebook gratis, artikel, tips, dan cara- cara membangun karir sukses sesuai Passion Anda, langsung ke email Anda!

Informasi ini tidak akan diberikan untuk pihak lain manapun