Pemilik Tambak Ikan Yang Baik Hati

0

Bayangkanlah situasi berikut ini.

Anda tinggal di dalam sebuah kompleks tambak perikanan yang luar biasa luas. Di dalam kompleks ini, Anda tidak sendirian, Anda tinggal bersama puluhan, bahkan ratusan orang- orang lainnya. Tapi Anda dan semua orang itu BUKAN pemilik tambak ikan super besar itu. Anda dan mereka, semuanya semata diizinkan untuk menumpang tinggal di dalam tambak itu, oleh sang pemilik asli yang tinggal jauuuuuh di bagian tertinggi dari tambak, yang bahkan belum pernah Anda temui.

Pemilik tambak ini sangat baik hati, dia bukan hanya mengizinkan semua orang ini tinggal gratis di tempatnya, dia malah mengizinkan Anda menempati rumah- rumah yang ada di dalam tambaknya. Rumah Anda, dan setiap rumah lainnya di tempat itu, memiliki saluran dan kolam ikan pribadi di belakangnya, yang melalui saluran- saluran yang saling terkait, kompleks, dan rapih, terhubung dengan tambak utama yang ada di pusat dan di posisi tinggi dari tambak itu, di tempat tinggal si pemilik tambak sendiri. Anda dan semua orang itu bebasssss menikmati, memakan, atau mengambil ikan- ikan yang melintas di halaman Anda sepuas- puas Anda, dia tidak akan menuntut bayaran.

Tapi dia punya syarat, Anda hanya boleh memakan atau mengambil ikan yang lewat di HALAMAN Anda saja, dan tidak boleh mengambil ikan yang lewat di halaman tetangga Anda! Anda boleh melakukan apapun untuk mendapatkan ikan, tapi jangan merugikan orang lain di kiri dan kanan Anda.

Ia pun berjanji, setiap hari, ia akan membuka pintu saluran ikan itu, agar ikan-ikan dari tambak pusat di rumahnya dapat berenang dan menemukan jalan ke halaman Anda, tapi Anda tidak tahu kapan dia akan membuka salurannya. Ia hanya memberi tahu Anda bahwa sering- seringlah bertepuk tangan, karena ikan suka mendengar tepukan tangan dan akan berenang ke arah suaranya.

Baca Juga  Bedanya Hobi Dengan Passion

Diberikan kondisi sederhana seperti ini, beberapa hal terjadi dan dilakukan oleh para penumpang tadi:

1. Sebagian penghuni berdiri seharian, dari pagi sampai malam, dengan jala di tangan, memandangi saluran air, berharap ada ikan yang lewat di salurannya, sambil terus bertepuk tangan dengan heboh.

2. Sebagian penghuni yang lain melebarkan saluran yang menuju ke rumahnya, agar ikan- ikan dapat berenang dengan lancar menuju rumahnya, sambil sesekali bertepuk tangan.

3. Sebagian penghuni yang lain terus menerus melebarkan kolam penampungannya, sehingga dia tidak perlu lagi berdiri menunggu di pinggir saluran, dan ikan akan lebih mudah ditangkap saat memasuki kolamnya yang lebar. Hanya sekali- sekali ketika kolamnya kosonglah ia akan menepuk tangan.

4. Sebagian penghuni yang lain meragukan fungsi tepuk tangan, masak sih ikan bisa dengar bunyi tepukan? Dan sibuk menyerahkan semua pada kerja kerasnya sendiri, masuk ke dalam air, dan mengejar- ngejar ikan di salurannya, bahkan sesekali masuk ke saluran tetangganya.

5. Sebagian yang lain sangat percaya (atau malas), sehingga dia hanya bertepuk tangan seharian, tanpa banyak menjala atau menjaga saluran.

6. Sebagian penghuni yang lain yang penuh curiga meragukan apakah benar si pemilik membuka salurannya setiap hari, dan apakah salurannya terhubung dengan saluran utama. Lalu dalam keraguannya, bukannya memperbaiki salurannya atau bertepung tangan, ia mengambil ikan dari kolam tetangganya.

7. Sebagian penghuni yang lain yang egois melupakan dan tidak mengindahkan syarat dari si pemilik, menutup saluran keluar dari rumahnya, sehingga ikan yang masuk tidak akan melewatinya, sehingga rumah- rumah di belakangnya kesulitan mendapatkan ikan.

8. Sebagian penghuni yang lain memperbaiki saluran, meluaskan kolam, bekerja keras untuk memasang jala otomatis, tanpa menghalangi dan merugikan saluran ikan ke tetangganya. Sehingga ia bisa menunggu ikan tertangkap sambil meminum air jeruk dan terus menepuk tangan.

Baca Juga  Cinta Butuh Pengorbanan

Kalau Anda?

Mana yang akan Anda lakukan?

Atau Apa yang akan Anda lakukan, yang mungkin tidak termasuk dalam delapan contoh di atas?

Setelah Anda mendapatkan jawaban Anda, silahkan baca ulang cerita ini, dengan beberapa perubahan kata.

1. Ubah kata pemilik tambak jadi Tuhan.

2. Ubah kata tambak jadi Dunia.

3. Ubah kata ikan jadi Rezeki.

4. Ubah kata saluran rumah jadi Profesi.

5. Ubah kata kolam dan jala menjadi Pintu Usaha.

6. Ubah kata tepuk tangan menjadi Doa dan Keyakinan.

7. Ubah kata air jeruk menjadi Kenikmatan Hidup.

Silahkan baca ulang situasi ini, apa yang Anda lakukan?

Apa pendapat Anda tentang yang seharusnya di lakukan?

Just a food for thought. Enjoy! ;)


Share.

About Author

Passion Coach | Penulis Buku National Best Seller “Passion!”, “Lakukan Dengan Hati”, dan “Ini Cara Gue”. Anggota International Coach Federation, Certified Practitioner MBTI dan SII Asia Pacific, dan CEO dari Inspira Asia.

Mau Tips Jitu untuk Karir dan Bisnis?

Dapatkan ebook gratis, artikel, tips, dan cara- cara membangun karir sukses sesuai Passion Anda, langsung ke email Anda!

Informasi ini tidak akan diberikan untuk pihak lain manapun