Passion di Indonesia Coaching Summit

0

5 September lalu saya mendapat kehormatan untuk jadi salah satu pembicara di acara Indonesia Coaching Summit2013, yang diadakan oleh International Coach Federation (ICF) Jakarta Chapter. Seharian itu, Balai Kartini tempat acara diadakan, heboh dan berguncang dengan pertanyaan- pertanyaan keren. Berguncang, bukan bergoyang. Karena kalau bergoyang berarti yang ngumpul adalah para artis dangdut dan bukan para Coach.

Di sana saya meluncurkan dan memperkenalkan metoda Passion Coaching bikinan saya, yang bikin para coach dan peserta berdecak kagum selama sejam, walau saya nggak tahu mereka kagum pada materinya atau pada jidat saya yang memang cukup menyilaukan di bawah lampu yang menyorot persis ke arah jidat lebar saya itu.

Konsep Passion Coaching buatan saya ini sangat sederhana, tool yang saya buat pernah beberapa kali saya sampaikan di beberapa seminar. Tool itu disebut P.I.PO. “Supaya gampang ingetnya, inget aja kalau Anda dicium oleh cewek seksi di pipo kiri, minta dia sun di pipo kanan juga”, kata saya. Audience ketawa. Nggak tahu ketawa geli atau ketawa kasihan, saking garingnya…

P.I.PO adalah tool dan rumus untuk mengembangkan dan mengoptimalkan PASSION Anda, dengan menggunakan serangkaian pertanyaan coaching dalam tiga faktor sederhana.

P = Passion, I = Identitas, dan PO = Payouts

Inilah mindset yang mendasari proses yang saya sebut Passion Coaching. Dasar konsep rumus ini, adalah bahwa untuk mengoptimalkan Passion kita, kita harus terlebih dahulu MENYEIMBANGKAN ketiga aspek di atas! Kurangnya salah satu aspek bakal menyebabkan kegagalan, kenyangkutan, dan ketidakoptimalan pengembangan Passion kita!

Saking gampangnya, rumus ini bisa dipakai oleh siapapun, pada siapapun.

ICS 2013 Lakukan Dengan HatiSetelah audience ngangguk- ngangguk mengerti sambil mendadak ngelamun mengingat- ingat passionnya yang belum dikejarnya, sesi saya selesai. Sekarang saatnya duduk cantik dengan paha merapat di booth Inspira Asia, yang juga berfungsi sebagai tempat Book Signing “Lakukan Dengan Hati”.

Baca Juga  Mempersiapkan Modal Ala Passionpreneur

Sebagian besar peserta dan coach membeli buku, dan langsung meminta tandatangan saya. Ada satu atau dua yang saya tawarkan tanda bibir, tapi mereka menolak mentah- mentah. Sayang banget, padahal saya udah nyiapin lipstick orange.

Semua yang mampir, termasuk Peter Barr, Global Director International Coach Federation ditodong buat bikin foto “Lakukan Dengan Hati”, dan semuanya HAPPY! Termasuk saya, walau nggak ada juga yang mau tanda bibir saya.. kenapa ya? Padahal udah saya kedipin cantik lho.

So in the end, saya harus meneriakkan “Thank you semua! Mari galakkan hidup dengan semangat Lakukan Dengan Hati!”

Share.

About Author

Passion Coach | Penulis Buku National Best Seller “Passion!”, “Lakukan Dengan Hati”, dan “Ini Cara Gue”. Anggota International Coach Federation, Certified Practitioner MBTI dan SII Asia Pacific, dan CEO dari Inspira Asia.

Mau Tips Jitu untuk Karir dan Bisnis?

Dapatkan ebook gratis, artikel, tips, dan cara- cara membangun karir sukses sesuai Passion Anda, langsung ke email Anda!

Informasi ini tidak akan diberikan untuk pihak lain manapun