Passion Akan Menemukan Anda!

0

Katanya sakit gigi itu lebih sakit dari sakit hati. Nah, gimana kalau dalam kasus ini, yang sakit hati itu adalah dokter gigi, yang lagi ngobatin orang yang sakit gigi, tapi orang yang sakit gigi itu nggak sakit hati? Bingung kan? Sama saya juga.

Pokoknya intinya, ada sebuah kejadian yang dialami seorang dokter gigi di Jakarta.

Adam adalah dokter gigi yang lumayan dikenal di areanya. Sudah beberapa saat dia menjadi dokter gigi, dan walaupun saya suka takut sama dokter gigi (buat saya peralatan dokter gigi itu kadang terlihat sama seperti alat- alat penyiksa abad pertengahan, ada cungkilan, ‘dempul’, sampe bor segala…), tapi saya harus mengakui, dari reputasinya, kalau saya pernah sakit gigi, mungkin dialah yang akan saya datangi.

Tapi sebenarnya dia tidak pernah mau jadi dokter gigi. Sejak kecil dia sebenarnya suka memasak. Tapi hobinya ini dipandang tidak lebih dari sekedar hobi. Kata orang tetangganya, hobi cewek pula. Masak? Serius loh?

So, dia tidak pernah menanggapi, apalagi mengembangkan hobinya dengan serius. Apalagi ketika masyarakat memandang hobinya sebagai kurang pantas untuk dijadikan karir. Dokter gigi, terdengar lebih keren, bergengsi, dan bermandikan uang.

Jadi diapun berhenti memasak ketika SMA, dan mulai menekuni jalan menuju kedokteran gigi, walaupun dia sebenarnya tidak menyukainya.

Kini sebagai dokter gigi, dia cukup makmur, dan tidak kurang suatu apapun. Ia tenang- tenang saja di kehidupannya, hingga seorang pasien datang ke prakteknya.

Mungkin karena takut, atau memang bawel, si pasien ini terus banyak bercerita dan mengajak si dokter mengobrol. Hingga terbahas lah topik Passion.

“Memang suka ya dok jadi dokter gigi?”
“Hmm? Oh, nggak juga, biasa aja.”
“Lho? Kenapa bisa? Emang sukanya apa sebenernya?”
“Hmmm? Apa ya? Nggak tahu tuh, hehe…”
“Hahaha, kok bisa nggak tahu dok? Dulu waktu sekolah hobinya apa?”
“Hmmm… apa ya? Lupa.”
“Coba diingat- ingat dok”
“Hmmm”, si dokter mulai mengingat- ingat. Mendadak dia tersenyum, dan menjawab “Masak”.
“Waahh, mantap dok. Terus kenapa nggak jadi Chef?”
“Ah nggak ah, waktu SMA saya udah memutuskan berhenti masak”.
“Lho, kenapaaaa?”
“Saya waktu itu mikir, masak nggak begitu jelas arah karirnya, dokter gigi jauh lebih jelas”.

Baca Juga  Sukses Anti Galau

“Hmmm”, si pasien terdiam sesaat.

“Saya boleh nanya dok?” si pasien.
“Dari tadi juga banyak nanya”, kata si dokter nyepet.
Si pasien yang nggak sadar lagi disindir melanjutkan, “Kalau sebentar lagi ada anak SMA masuk ruangan ini, dan sok tahu ngasih saran karir buat dokter, apa dokter bakal mengikuti saran karir dari dia?”

“Ya nggak laaaah”, jawab si dokter gigi tegas.
“Kenapa dok?”
“Karena dia masih anak SMA, anak SMA belum banyak pengalaman, dan belum banyak lihat dunia. Masak dia ngasih saya saran karir?”

Si pasien senyum.

“Nah, kalo gitu, kenapa dokter masih terus hidup mengikuti saran anak SMA? Kenapa dokter menyerahkan keputusan kepuasan karir seumur hidup dokter berdasarkan keputusan seorang anak SMA?”
“Anak SMA?” tanya si dokter.
“Dokter sendiri. Bertahun- tahun yang lalu, yang terus ngasih saran yang masih diikuti dokter sampai sekarang”.

Si dokter terdiam, dan matanya mendadak hampa penuh makna.

Beberapa minggu kemudian, si pasien kembali ke tempat praktek dokter itu, hanya untuk menemukan, bahwa si dokter gigi sedang digantikan oleh dokter gigi lain temannya. Kemana dia pergi? Menurut resepsionsinya, lagi ngambil cuti untuk ke Jepang, belajar masak masakan Jepang.

Terkadang, kita nggak bisa sembunyi dari Passion kita. Kita bisa lari untuk beberapa saat, bahkan mungkin bertahun- tahun, tapi Passion kita selalu kembali dan menemukan kita!

* Artikel ini juga pernah dimuat di http://mensjourneyid.com/category/passion/


Share.

About Author

Passion Coach | Penulis Buku National Best Seller "Passion!", "Lakukan Dengan Hati", dan "Ini Cara Gue". Anggota International Coach Federation, Certified Practitioner MBTI dan SII Asia Pacific, dan CEO dari Inspira Asia.

Mau Tips Jitu untuk Karir dan Bisnis?

Dapatkan ebook gratis, artikel, tips, dan cara- cara membangun karir sukses sesuai Passion Anda, langsung ke email Anda!

Informasi ini tidak akan diberikan untuk pihak lain manapun