Menentukan Yang ‘PENTING’

0

Kaos oblong nyaris bolong, blue jeans item yang belel keputihan, sandal gunung yang nggak pernah ngeliat gunung, dan tas kecil item pernak pernik cantik yang macho. Semuanya serba kontradiktif. Dan kalau saya lagi pake setelan ‘masa bodo’ begini, berarti ini waktu santai saya.

Beberapa saat lalu, dengan setelan favorit santai saya ini, saya duduk ‘hangout’, atau kalau dibahasa- Indonesiakan, ‘tergantung diluar’ (hang= gantung, out=luar). “Mau jalan- jalan?” “Hangout ujan atau nggak” kata teman saya, maksudnya “Tergantung di luar ujan atau nggak”. Pemerkosaan brutal terhadap bahasa.
Anyway, waktu itu saya lagi duduk di sebuah cafe, yang entah kenapa kalau nulis nama pelanggan hampir selalu salah.

Dedy, ditulisnya “Didi”. Thoriq, ditulisnya “Kolik”. Jodi, ditulisnya “Joni”. “Pake ‘D’ mbak, pake ‘D’”, ralat Jodi, “Ooooh ok”, lalu diralat sama mbaknya dan ditulis “Jonid”.

Dan pada saat itu, sambil menikmati slow day saya di weekday, di hari di mana semua orang lain lagi hectic kerja, saya jadi teringat kembali, bahwa hari- hari yang kita jalani, sebenarnya seringkali merupakan CERMINAN langsung dari apa yang kita anggap PENTING dalam hidup kita.

Apa yang kita anggap PENTING, adalah yang menjadi hal dominan dalam keseharian kita.
Apa yang kita anggap PENTING, bakal menentukan apa yang kita PILIH.
Apa yang kita anggap PENTING, seringkali menentukan apa yang berhasil kita CAPAI (dan tidak capai)!

Misalnya buat saya, kebebasan waktu itu PENTING. Pantat saya sensitif dan gampang ‘ba’al’ kalau duduk 9 to 5. Jadi saya nggak perduli walau musti bekerja pada saat orang libur, atau pacaran sampai jam 12 malam sama laptop, atau jadi bocah petualang dan kerja dari kota ke kota tiap minggu tanpa ngeliat muka istri, dan nyanyiin lagu “aku sedih duduk sendiri” di- house remix sama lagu “Home”- nya Buble hingga dua hari sebelum lebaran (seperti yang terjadi di lebaran kemarin). Yang PENTING, saya nggak terikat waktu kerja 9 to 5.

Baca Juga  A New Beginning

Buat Fedi, saudara saya, waktu weekend mangku anak itu PENTING. Dia masa bodo sebodo- bodonya atas sekeras apa dia di- rodi oleh bosnya selama 9 to 5, atau dikeramasin bosnya dengan hujan ‘cuah- cuah’ di hari kerja. Tapi dia PANTANG kehilangan waktu mangku anaknya. Dan bila bosnya mengganggu waktu weekend ini, dia nggak ragu untuk ngebales ‘ngecuah- cuah’ bosnya soal hal ini.

Buat Adi teman saya, income duit itu yang paling PENTING. Dia nggak perduli soal enjoy nggaknya dia dalam suatu profesi, dia nggak perduli kalau harus kerja 24 jam x 7 hari, dia bahkan nggak perduli sama hobinya yang karena saking lamanya nggak dikunjungi, sudah berdebu, dan berjaring laba- laba segala. Dia pekerja keras yang mengukur kesuksesannya dari nilai income, dan dia memang mendapatkan itu!
Ternyata memang kita selalu bisa menemukan, atau malah menciptakan waktu untuk menjalani apa yang kita anggap PENTING!

Orang yang menganggap Passion- nya PENTING, dijamin bakal punya waktu buat Passion- nya.
Orang yang menganggap maen game itu PENTING bakal selalu punya waktu untuk selalu maen game.
Orang yang menganggap kumpul- kumpul itu penting bakal punya waktu buat selalu kumpul- kumpul.
Orang yang menganggap kesuksesan finansial itu penting bakal selalu lebih gigih mengejar pendapatan finansial.

Jadi in a way, bisa dibilang, walau kita mungkin tidak selalu mendapat yang kita MAU pada saat ini, tapi – walau banyak orang yang nggak sadar – kita SELALU menjalani apa yang kita anggap PENTING dalam hidup!
Saya ulangi, kita selalu MENJALANI apa yang kita anggap PENTING dalam hidup!

Jadi bila Anda merasa Anda belum hidup dalam apa yang Anda inginkan, masih jauh dari mencapai impian Anda, atau tidak menjalani apa yang sebenarnya Anda inginkan, mungkin kini saatnya untuk Reality Check!
Sebenarnya, se- PENTING apa impian Anda buat Anda?

Baca Juga  Tahun Pekerjaan Sampingan 2015 dan Prediksi Tahun 2016!

Jangan- jangan, waktu leha- leha ‘lebih PENTING’ buat Anda daripada karier Anda.
Jangan- jangan, waktu social media ‘lebih PENTING’ buat Anda daripada passion Anda.
Jangan- jangan, waktu nonton TV ‘lebih PENTING’ buat Anda daripada kondisi finansial Anda.
Jangan- jangan, waktu buat bekerja lembur di kantor Anda perlakukan ‘lebih PENTING’ buat Anda daripada keluarga Anda.

Mencapai dan menjalani mimpi itu bukan tentang meraih mimpi itu SAAT INI juga, tapi tentang bagaimana Anda menjalani apa yang penting buat Anda, menuju apa yang penting buat Anda!

Kalau Passion dan mimpi Anda memang se- PENTING itu buat Anda, maka seharusnya Anda saat ini sedang MENJALANKAN mimpi dan Passion Anda itu saat ini!

Jadi saat ini, tanyakan pada diri Anda.

“Sebenarnya apa yang PENTING buat saya?”
“Apa saya sedang menjalani jalan hal yang PENTING buat saya itu?”
“Apa jangan- jangan hal yang saya keluhkan setiap hari sebenarnya saya perlakukan seperti hal yang paling PENTING dalam hidup saya?

Self check.
“Apa prioritas yang PENTING buat Anda, sesuai dengan makna hidup dan tujuan hidup Anda?”

Lalu tanyakan.

“Bagaimana saya bisa menempatkan kembali apa yang PENTING itu di pusat jadwal harian saya?”

Temukan, tentukan, dan luruskan kembali apa yang PENTING buat kita dalam perjalanan membangun profesi ideal kita.


Share.

About Author

Passion Coach | Penulis Buku National Best Seller “Passion!”, “Lakukan Dengan Hati”, dan “Ini Cara Gue”. Anggota International Coach Federation, Certified Practitioner MBTI dan SII Asia Pacific, dan CEO dari Inspira Asia.

Mau Tips Jitu untuk Karir dan Bisnis?

Dapatkan ebook gratis, artikel, tips, dan cara- cara membangun karir sukses sesuai Passion Anda, langsung ke email Anda!

Informasi ini tidak akan diberikan untuk pihak lain manapun