‘Membesarkan’… ehem… Passion

0

Luqman Baehaqi, teman dekat saya sejak zaman kuliah, dan seorang Stand Up Comic, punya sebuah bit/ joke khas yang lucu banget, dan bikin saya ngakak waktu pertama kali mendengarnya.

Malah mungkin sampe sekarang, kalau saya ngeliat dia nampilin joke itu, saya masih suka geli geli sendiri. Joke nya bertemakan “passion”. Dan bunyinya kurang lebih begini (saya singkatin dan saya rangkum sesuai ingatan saya):

“Saya suka bingung sama konsep Passion, yang katanya untuk ngedapetinnya seseorang musti ngelewatin sepuluh ribu jam di bidang itu. Lah, kalo gitu, terus Mak Erot gimana tuh? Dia dapet passion nya dari manaa?

Masak iya dia mendadak bangun pagi dan bilang. “Eleuh, aya Passion ini Passion”. “Jang, kadieu jangg, aya passion ieu mau dicobaan.”

Kan nggak mungkin… Jadi mak Erot dapet Passionnya ‘ngurut’ itu dari mana?”

Kocak!

Dan saya nggak pernah kepikir untuk ngebahas lebih jauh (apalagi ngebayangin lebih jauh… lebih lebih nyobain ‘diurut’ lebih jauh.. idihh), karena buat saya ini cuma joke, nothing more. Dan sumpah, saya bukan pasiennya mak Erot.

Tapi kemarin, ada anak muda yang datang ke saya, dan mengalami hal yang serupa! Bukan bukan, dengan ‘serupa’ maksud saya bukan mendadak dia dapet ‘passion’ ngurut ‘anu’ pas bangun tidur…

Maksud saya dengan serupa, adalah dia bingung, darimana dia musti ngedapetin passionnya, dan apakah keahlian yang dia kerjain sebagai sumber pendapatannya sekarang (dan dia jago dalam bidangnya ini) adalah passionnya?

Jadi untuk pertama kalinya, saya membahas joke sobat saya si Luqman untuk jadi contoh.

Yang harus kita tanyakan itu sebetulnya bukanlah “mak Erot dapat passionnya dari mana”, tapi “APA IYA, mak Erot udah dapat Passionnya?”

Baca Juga  7 Resiko Membangun Profesi GUE BANGET

“Passion” bukan berarti sesuatu yang bikin sukses, atau ngehasilin duit.

“Passion” bukan berarti sesuatu yang bikin tenar.

“Passion” juga nggak semata berarti sesuatu yang jago kita lakukan.

“Passion”, adalah sesuatu yang kita sukai, kita CINTAI, dan INGIN kita lakukan dalam hidup kita. Sesuatu yang memberi MAKNA pada hidup. Sesuatu yang menggambarkan diri kita seutuhnya.

Saya memberi penekanan pada kata CINTA, INGIN, dan MAKNA.

Nah, dengan memahami makna- makna itu, saya jadi ragu bahwa mak Erot, mohon maaf, ‘suka’, ‘ingin’, atau bahkan ‘cinta’ ngurut ‘anu’, atau apakah beliau memang ingin melakukan itu selama hidupnya dan mendapatkan ‘makna’ hidup di dalamnya.

Mungkin saja, beliau memulai dan terus beraktifitas dalam bidang karir itu semata beliau merasa memiliki KEAHLIAN dalam hal itu, hingga menjadi sumber nafkah dan kesuksesannya.

(Dan seandainya memang bidang ini pada akhirnya merupakan passion beliau, saya yakin, passion itu tumbuh perlahan dari ‘keahlian’ dan kebiasaan ini.)

Tapi seandainya beliau BISA memilih, apakah ada karir lain yang sebenarnya lebih ingin beliau lakukan?

Tentu itu semua hanya dugaan saya saja, karena saya nggak pernah kenal atau menanyakan hal itu langsung pada beliau. (Sumpah saya bukan pasiennyaaaaa!)

Tapi saya bisa membantu anak muda tadi dan Anda untuk menemukan Passion, dengan pertanyaan yang sama. Pertanyaan Passion Coaching hari ini untuk Anda:

“Seandainya Anda BISA memilih, apakah ada profesi lain yang sebenarnya lebih ingin Anda lakukan?”

Kalau Anda menjawab ya, maka mungkin seharusnya Anda MEMILIH hal itu!

Share.

About Author

Passion Coach | Penulis Buku National Best Seller “Passion!”, “Lakukan Dengan Hati”, dan “Ini Cara Gue”. Anggota International Coach Federation, Certified Practitioner MBTI dan SII Asia Pacific, dan CEO dari Inspira Asia.

Mau Tips Jitu untuk Karir dan Bisnis?

Dapatkan ebook gratis, artikel, tips, dan cara- cara membangun karir sukses sesuai Passion Anda, langsung ke email Anda!

Informasi ini tidak akan diberikan untuk pihak lain manapun