Kuadran Kaya Dan Enjoy

0

“Orang tu suka lebay”, kata kenalan saya mendadak pas kita lagi duduk nunggu mau nonton film barengan.

Mencium aroma curhat, saya sudah bersiap angkat kaki, angkat sepatu, angkat rok, dan lari. (Lho? Ini rok siapa yang mau saya angkat?) Tapi sebelum sempat lari, dia udah melanjutkan kalimatnya. Saya terpaksa duduk manis dengan senyum lebar mendengarkan. Inilah suka duka seorang Coach, kami sepertinya memancarkan ‘aura minta dicurhatin’, sampai- sampai dimanapun, dan berhadapan dengan siapapun kami harus selalu siap. Dari teman, keluarga, sampai kucing piaraan tetangga, semua pada suka mampir ke rumah dan curhat. “Miaw miaw miaww”, katanya.

“Kakak gua tu apa- apaaaa yang dipikirin cuma duit”, mulailah curhatnya. “Apa- apa diitung dari duitnya. Ini itu dari duitnya.” Dia berdiri, lalu memeragakan, entah gaya kakaknya, atau gaya kucing tetangga tadi, soalnya manyunnya agak ambigu. “Dek dek, liat nih, iPhone baru doooong”, “Dek dek, lihat niiih, sepatu mahal niiiiih”, “Dek dek, udah liat kemeja baru kakak belom? Sekian juta niiih”. Lebay deh!

“Eh eloh, nggak semua dihitung dari duit kali!”, kata teman saya tadi. “Ya nggak mas D?”

“Betul betul”, saya mengangguk setuju.

“Lebih penting itu enjoyment. Gimana lu enjoy sama kerjaan lu, gua tau lu ga suka sama kerjaan lu kan? Makanya lu buang- buang duit buat nutupin itu”, kata dia seakan ngomong ke kakaknya, padahal ke standingnya Smurf yang tersenyum tanpa dosa.

“Betul betul”, saya mengangguk kasihan pada si Smurf.

“Makanya jangan belagu, kalo lu kaya, dan enjoy sama kerjaan lu juga, baru boleh belagu…”

“Betul betul”, kata saya melanjutkan, “Kayak kamu mustinya ya. Kamu suka sama kerjaan kamu kan?” tanya saya.

Baca Juga  Kamu Nggak Bakal Jadi Passionpreneur! ... Kalau...

“Nggak juga sih mas D, bukan Passion saya.”

“Eh?”

“Gajinya kecil lagi…” lanjutnya dengan tampang memelas

“Eh?” Yaelaaahhh, sirik aja dong ini mahhh…. Kirain at least dia Enjoy sama kerjaannya walau uangnya kecil.

So, inilah pertanyaan yang sering ditanyakan. “Mana lebih penting? Kaya atau Bahagia?”

Dan seperti yang telah berulangkali saya katakan, ini adalah pertanyaan paling konyol yang pernah diciptakan manusia! Seharusnya Anda TIDAK MEMILIH antara Kaya dan Bahagia! Keduanya HARUS ada! Kaya bisa membantu kebahagiaan, dan Kebahagiaan membuat kaya jadi berarti!

Pandangan saya tentang kondisi seperti ini bisa digambarkan dalam kuadran Kaya dan Enjoy saya berikut:

Kuadran Kaya- Enjoy

Dan inlah Coaching Question buat Anda:

Kuadran mana yang Anda inginkan?

Saat ini Anda ada di kuadran mana?

Apa yang kurang dari kuadran Anda sekarang?

Apa yang bisa Anda lakukan untuk mencapai kuadran yang Anda inginkan itu?

Share.

About Author

Passion Coach | Penulis Buku National Best Seller "Passion!", "Lakukan Dengan Hati", dan "Ini Cara Gue". Anggota International Coach Federation, Certified Practitioner MBTI dan SII Asia Pacific, dan CEO dari Inspira Asia.

Mau Tips Jitu untuk Karir dan Bisnis?

Dapatkan ebook gratis, artikel, tips, dan cara- cara membangun karir sukses sesuai Passion Anda, langsung ke email Anda!

Informasi ini tidak akan diberikan untuk pihak lain manapun