Kerja itu Menyenangkan! Asal …

0

“I love my job!”

Ini empat kata yang jauuuh lebih jarang kita dengar keluar dari mulut seseorang, pas ditanya, “Gimana pekerjaannya? Suka nggak?”. Jawaban biasanya, yang jauh lebih umum adalah, “Yaaaah, namanya juga kerja pak”, *cieee ngeles*. Atau lebih to the point, “Yah disuka- sukain pak”. Atau “Nggak sih pak, tapi apa boleh buat…” *lalu memandang lurus ke angkasa penuh kesedihan (isi musik sedih sinetron di sini)*.

Yang udah pernah datang ke seminar saya tahu, saya suka mengumpamakan kerjaan dan karir dengan pernikahan. Soalnya, keduanya adalah sesuatu yang bakal kita hadapi tiap hari, selalu bersama kita, dan jadi bagian dari hidup kita, mungkin untuk selamanya.

Nah kalo gitu, coba sekarang bayangin, kalo Anda ditanya sama orang, “Gimana istri/ suami kamu? Suka nggak?”

Dan Anda jawab kayak ngejawab soal kerja tadi. “Yaaaah namanya juga nikah pak”, “Yah disuka- sukain pak”, atau malah “Yahh, nggak siih, tapi apa boleh buat…”. Dijamin pasangan Anda bakal ngasah pisau sambil ngomong, “Pulang lewat mana lo! Hati- hati lo ye!”

Atau mau kayak teman saya? Yang pas ditanya soal kerja, jawabnya “Suka gue sama kerjaan gue”, tapi pas ditanya soal istrinya, jawabnya, “Yaaaah apa boleh buat…” sambil geleng- geleng sedih. Btw, dia jadi ketua “Ikatan Suami Takut Istri” sekarang …

Kerja, selalu bisa dibikin menyenangkan! Asal Anda tidak salah menyiapkan mindset Anda dalam bekerja, dan tidak salah arah sejak awal memilih pekerjaan.

Intinya, dalam memilih dan menjalankan pekerjaan, Anda HARUS bisa menjawab pertanyaan soal kerja, SAMA seperti jawaban Anda untuk pertanyaan soal pasangan hidup. “Suka dan cinta!”

Beberapa contoh bukti bahwa kerja itu memang MENYENANGKAN! Asal…

Asal… Anda tahu Mau Anda!

Sebagai pengusaha saya sering menginterview orang untuk jadi karyawan atau tim project saya. Dan yang saya bisa jamin ke Anda, kalau ketemu calon karyawan yang pas ditanya, “Maunya megang apa?” atau “Jagonya ngapain?” atau “Sukanya di posisi apa?” dan dia ngejawabnya, “Apa aja pak”, “Yang bapak mau aja pak”, “Semua bisa diatur pak”, atau penuh percaya diri jawab, “Bebaaaaazzzzzz!”.

Baca Juga  Sukses Anti Galau

Dia malah kemungkinan besar tidak saya terima.

Setiap orang harus jelas maunya apa. Saya suka orang yang jelas sukanya apa. Supaya saya bisa memposisikan dia di posisi yang pas buat dia, yang dia suka. Kenapa? Kalau dia happy dengan tugasnya, dia tidak perlu dimotivasi untuk kerja, dan jadinya saya juga yang happy.

Tips: Sejak mencari kerja dan saat menjalankan kerja, ketahuilah mau Anda apa? Apa yang bisa membuat proses kerja Anda lebih menyenangkan?

Asal Anda Teliti Melihat Tandanya!

Nggak ada orang yang malas. Adanya orang yang belum menemukan aktivitas yang dia cintai. Malas dan rasa ‘kepaksa kerja’ seringkali adalah tanda- tanda bin gejala bahwa seseorang itu:

  1. Belum menemukan apa yang menyenangkan di pekerjaannya.
  2. Belum menemukan tujuan dan goal pribadinya di pekerjaan ini.
  3. Belum menemukan motivasi dan alasannya untuk bekerja di tempat ini.

Dan mereka yang nampaknya enjoy sama kerjaannya, biasanya sudah menemukan hal- hal itu.

Tips: Saat Anda melihat tanda- tanda ini, atau tanda- tanda aktivitas yang menyenangkan untuk Anda, langsung follow up dan perbanyaklah aktivitas produktif yang juga menyenangkan!

Asal… Bisa Menyelaraskan Tujuan Pribadi.

Setiap perusahaan punya target pribadi yang dia berikan pada timnya. Dan target- target ini di mata timnya ibarat vacuum cleaner dari neraka yang menyedot semua kesenangan dari bekerja. Tapi sebenarnya nggak harus begitu juga.

Yang bikin target perusahaan jadi sangat memberatkan adalah karena target dan tujuan perusahaan adalah, well, target dan tujuan perusahaan. Bukan tujuan Anda!

Tips: Temukan tujuan TUJUAN pribadi Anda, yang bisa Anda dapatkan sambil Anda meraih tujuan perusahaan. Atau tujuan yang, berkat apa yang Anda kerjakan di kerjaan Anda, jadi bisa Anda dapatkan dan bisa Anda raih. Sambil menyelam minum air!

Temukan Kerjaan Dari Passion

Asal… Anda Tetap Bisa Melaksanakan Hobi.

Baca Juga  Biasanya Nggak Begini!

Walau banyak orang yang suka lupa sama hobinya, keberadaan hobi dalam atau setelah bekerja bisa bikin kerjaan itu jadi lebih menyenangkan. Nggak berarti Anda harus selalu bekerja sesuai hobi juga, tapi bila misalnya Anda punya waktu khusus hobi, setelah jam kerja, atau setiap weekend, atau bahkan punya klub hobi di kantor, kerja bisa jadi lebih menyenangkan.

Hobi bisa jadi pengalihan yang baik.

Tips: Tentukan waktu untuk hobi, atau bentuk klub hobi di kantor, atau kalau bisa, bikin kompetisi- kompetisi seru untuk pamer hobi di tempat kerja.

Asal… Anda bisa Bonding Dengan Rekan Kerja.

Rekan kerja dan komunitas kantor Anda adalah lingkungan yang tiap hari bersua dengan Anda dalam setiap usaha dan perjalanan Anda. Artinya, suasana bonding yang baik antara rekan kerja sangat bisa, bahkan salah satu elemen terpenting, untuk bikin pekerjaan jadi bisa terasa lebih menyenangkan!

Tips: Kalau Anda punya kuasa, lakukan outbound atau kegiatan- kegiatan grup dan rekan kerja bersama. Kalau tidak, well, nggak masalah juga. Anda selalu bisa bikin acara ngumpul- ngumpul nggak resmi dengan rekan kerja, nonton bareng, dan bentuk situasi kekeluargaan yang lebih baik di tempat kerja.

Bahkan buat setiap orang, “asal…” nya sendiri bisa beda-beda lho!

Menurut saya, kerjaan saya menyenangkan, asal… saya terus bisa berkarya dan bereksperimen dengan kreativitas saya!

Gimana dengan Anda? Menurut Anda, kerjaan Anda itu sebenarnya menyenangkan, asal…?

 


Share.

About Author

Passion Coach | Penulis Buku National Best Seller “Passion!”, “Lakukan Dengan Hati”, dan “Ini Cara Gue”. Anggota International Coach Federation, Certified Practitioner MBTI dan SII Asia Pacific, dan CEO dari Inspira Asia.

Mau Tips Jitu untuk Karir dan Bisnis?

Dapatkan ebook gratis, artikel, tips, dan cara- cara membangun karir sukses sesuai Passion Anda, langsung ke email Anda!

Informasi ini tidak akan diberikan untuk pihak lain manapun