Kenapa Anda Harus Belajar Coaching

0

Ada perubahan dalam pilihan cara mengelola dan mengembangkan sumber daya manusia di perusahaan!

Dulu, sumber daya manusia itu seringnya cuma dipandang sebagai angka di buku gaji doang. ‘Angka’, yang kalau bisa harus ditekan serendah- rendahnya, tapi digenjot supaya bisa menghasilkan duit masuk yang sebesar- besarnya.

Cara ‘mengembangkan’ karyawan pun disamakan dengan mengembangkan mesin. Diberikan petunjuk A- Z, dan diharapkan untuk bisa perform sebaik- baiknya, dan mengejar target setinggi- tingginya. Kalau nggak bisa, jangankan diajari, dihajari juga bisa. Sampai ada istilah joke yang sadis peninggalan era itu, “Kalau nggak bisa dibina, ya dibinasakan”. Ampun mak!

Makanya nggak jarang, saat saya di-hire sebagai corporate coach untuk beberapa perusahaan yang baru mau mengubah gaya ini, saya menemukan kultur menarik yang suka mereka sebut “keramas” (yang ada di banyaaak perusahaan itu).

“Asep, lu dipanggil bos tuh.”

“Mati dahhhh, pasti gue mau dikeramasin!

“Turut berduka yah..”

Buat yang nggak ngerti, dikeramasin artinya diomelin sama bos dengan sadis, sampai ketombe- ketombe dan kutu rambut bisa ikut mati. Yahh, lumayan irit shampoo.

Tapi semakin seringnya saya dipanggil untuk memberikan sesi corporate coaching, dan makin banyaknya perusahaan besar yang memakai jasa saya untuk mengajarkan coaching dalam sesi- sesi corporate training belakangan ini, membuktikan bahwa AKHIRNYA kultur ini perlahan berubah, dan pengembangan sumber daya manusia di perusahaan- perusahaan mulai memasuki era baru, era yang LEBIH BAIK!

Dari perusahaan perkebunan yang terbiasa dengan budaya kerja ‘perbudakan ala belanda’ hingga perusahaan finansial, dan jasa telekomunikasi, semua menyadari pentingnya mempelajari dan memanggil saya untuk menerapkan budaya coaching diperusahaannya!

Dan memang seharusnya! Era sekarang sudah berubah! Di era informasi ini, setiap karyawan bisa lebih mudah menemukan dan mengembangkan pekerjaan di mana dia suka. Mereka bisa lebih mudah membangun karier antar-perusahaan, bukan lagi inter-perusahaan. Dan dengan mindset entrepreneurship, passion, dan industri kreatif, kebutuhan untuk life satisfaction dalam bekerja juga semakin besar! Kalau nggak puas, mereka bakal kerja SETENGAH HATI, atau malah langsung keluar.

Baca Juga  Saya Berdiri Di Sisi Indonesia

Salah satu peserta training “Coaching, Mentoring, and Counseling” saya, manajer galak yang dikenal paling hobi ‘ngeramasin’ orang pada awalnya meragukan coaching, dan bilang, “Coach, kayaknya buat industri kayak kami ini, metoda ini sulit diterapkan”. Tapi setelah mengkuti training hanya selama dua hari, ia datang ke saya sambil cengengesan, “Ternyata, selama ini saya belum optimal mengembangkan tim saya”.

Nah, kalau Anda adalah individu, atau manajer perusahaan, atau mungkin malah calon entrepreneur yang ingin tahu, kenapa Anda harus belajar coaching untuk tim Anda, ini beberapa alasannya!

1. Coaching mengembangkan potensi ASLI individu.

Mentoring adalah metoda pengembangan yang sangat baik. Dan mentoring akan optimal ketika diterapkan pada mereka yang memiliki motivasi kerja tinggi, namun memiliki skill dan kompetensi rendah. Tapi mentoring akan menduplikasi skill dan batasan kompetensi mentornya, artinya, sang mentee (murid) akan menjadi copy si mentor, dan potensi asli yang berbedanya tidak akan keluar. Coaching akan mengeluarkan potensi ini.

2. Coaching membangkitkan kreativitas dan menggali jawaban yang personal.

Dengan memakai coaching, kita menggali dan mengurai situasi dan kondisi serta permasalahan dalam diri coachee. Yang artinya, kreativitas, kemandirian, dan kemampuan memecahkan masalah akan berkembang dari dalam. Semua orang berbeda, semua masalah berbeda, dan tidak semua solusi sama. Dengan coaching, solusi yang akan didapatkan adalah solusi yang paling ideal, sesuai dengan identitas si coachee.

3. Coaching dapat membangkitkan loyalitas dan menurunkan turn- over.

Manusia suka mendapat pengakuan, mendapat perhatian, dan mendapat kepercayaan. Baru- baru ini, saya meng- coaching tim sebuah perusahaan dengan turn- over yang sangat tinggi, karena sang atasan JARANG memberi kepercayaan dan pengakuan pada timnya. Coaching akan meletakkan lampu sorot dan kesempatan yang dicari tim dan orang lain. Membuatnya lebih loyal dan merasa puas, dan juga bertanggungjawab.

Baca Juga  Ralat Lakukan Dengan Hati

4. Coaching membangkitkan kedekatan antara individu dan membantu komunikasi.

Kalau Anda adalah individu yang ingin menggunakan coaching untuk seseorang lain, maka Anda perlu tahu bahwa hubungan antara coach dan coachee adalah hubungan dilandasi saling percaya dan membina kedekatan. Ini akan membantu Anda mengembangkan orang lain, dan pada saat yang sama, hubungan Anda dengannya.

5. Coaching mendorong munculnya keberanian, keyakinan, dan nilai positif.

Lebih dari sekedar memberi skill, coaching mendorong keyakinan, keberanian, dan nilai positif lainnya dengan proses yang menenangkan. Tim yang dicoaching atau mampu mengcoaching akan memiliki boost rasa percaya diri dan keinginan untuk membantu dan saling bantu dengan orang lain.

6. Coaching adalah skill dan kompetensi yang bisa dipelajari.

Training “Coaching, Mentoring, dan Counseling” saya dirancang dengan fun, sebagaimana training saya lainnya, dan penuh informasi dan skill yang bisa dipelajari siapapun. Dalam training ideal, skill coaching langsung dipraktekkan di dalam kelas training, dan dilakukan beberapa kali dalam simulasi kasus- kasus real, saling coaching dengan rekannya, sehingga memastikan semua peserta dapat memahami dan melakukan kompetensi ini dengan baik, dan dalam suasana yang menyenangkan!

* Lihat slider galeri foto di atas.

Coaching adalah tool pengembangan diri yang SANGAT efektif. Ketika ‘keramas-ing’ dan sekedar motivasi sudah tidak berhasil mengembangkan tim, coaching adalah jawabannya!

Jadi, apakah Anda sudah mempelajari skill Coaching?

Dan apakah Anda sudah mulai menerapkan skill dan kompetensi Coaching di hari- hari Anda?

Anda belum akan merasakan dahsyatnya kekuatan coaching sampai Anda mencoba menjadi coach, dan merasakan experience sebagai coachee!


Share.

About Author

Passion Coach | Penulis Buku National Best Seller "Passion!", "Lakukan Dengan Hati", dan "Ini Cara Gue". Anggota International Coach Federation, Certified Practitioner MBTI dan SII Asia Pacific, dan CEO dari Inspira Asia.

Mau Tips Jitu untuk Karir dan Bisnis?

Dapatkan ebook gratis, artikel, tips, dan cara- cara membangun karir sukses sesuai Passion Anda, langsung ke email Anda!

Informasi ini tidak akan diberikan untuk pihak lain manapun