Jejak Apa Yang Kamu Tinggalkan?

0

‘Waktu’ itu beneran suatu hal ajaib banget.

Seringkali waktu kita asyik melakukan yang kita suka, si mahluk yang namanya ‘waktu’ ini bakal nge- sprint penuh semangat, berlari ngelewatin kita kayak lagi dikejar anjing atau kabur dari colekan setan genit. Bikin waktu fun kita berlalu begitu saja tidak terasa. Baru pulang jumat sore, ehhh, mendadak udah senen lagi. Baru mulai makan enak, eeeehhh, mendadak dah abis. Baru mulai pacaran, eeehhh, mendadak dah kemalaman, dan bapak sang kekasih yang galak udah pegang pentungan dengan posisi ‘mempersilakan’ pulang.

Tapi kali lain lagi, waktu siang- siang kayak gini nih,  dimana kita lg ‘sukarela’ (baca: nggak suka dan nggak rela) duduk di meja kerja atau di kampus, atau di kelas, nontonin bos dan dosen yang ‘luar biasa menghibur’, sang waktu dengan nyebelinnya sengaja berjalan pelan- pelan, slow motion, malah sempet berhenti duduk- duduk ngaso dulu kayaknya di kantor tetangga. Nunggu sejam untuk berlalu aja kayaknya udah satu siklus kehidupan. Tapi coba pas break jam 12 untuk makan siang, baru nyeruput kopi… eeeh, mendadak udah jam 2 siang.

Dalam segala ‘kelucuan’ aliran waktu ini, hari, bulan, malah tahun suka berlalu tanpa kita sadari. Coba deh tanyain, kapan Anda masuk ke lingkup kerja sekarang ini? Sudah berapa tahun? Sudah berapa bulan? Apakah Anda sadar sudah selama itu?

Saya aja sampai sekarang masih berasa mahasiswa. Kalo Anda ngomong “Masih inget waktu tahun 90 an?” saya bakal mikirnya tahun 90 an itu baru- baru ini banget. Padahal udah 20 tahun berlalu. *mendadak inget umur… *

Nah, setelah menyadari ini, pertanyaan semilyar biliun triliun juta ratus (begini ponakan saya membahas jumlah yang banyak banget) dolarnya adalah ini:

Baca Juga  Alasan Untuk Jatuh Cinta

“Sejauh ini, apa yang telah Anda tinggalkan untuk dunia?”

Jejak Yang DitinggalkanKita hidup dan berjalan di dunia ini bisa meninggalkan bekas, bisa nggak. Ketika kita berjalan tanpa arah dan tujuan, tanpa karya, tanpa berbagi, tanpa manfaat untuk lingkungan kita, dan tanpa cinta, cuma hidup untuk KERJA dan SURVIVE saja, bisa- bisa kita hidup kayak angin lewat saja. “Oeeeek, whuuuuussss, Inalillahi…” Secara makro, nggak ada yang menyadari kita ada. Nggak ada nama kita terpatri di buku sejarah, nggak ada yang merasakan manfaat dan sisa- sisa kita untuk lingkungan dan orang lain, selain keluarga terdekat kita saja.

Atau kita bisa menyadari hal ini segera, dan mulai bertindak LEBIH daripada sekedar surviving, dan mulai mengembangkan diri kita, Passion kita, cinta kita, dan mulai berkarya dengan hati, menjadi sosok yang bermanfaat untuk orang lain, menginspirasi orang lain, dan berbagi apapun yang bisa kita berikan sekecil apapun, untuk siapapun.

Dengan cara inilah, kita bisa meninggalkan jejak- jejak di dunia ini, meninggalkan bukti bahwa kita pernah ADA. Dan kita bisa mendapatkan itu, dengan mengembangkan passion kita, dan berkarya dengan hati.

Siapa tahu, layaknya jejak kaki yang membekas dalam di pasir, suatu hari, akan ada satu, dua, hingga ratusan orang yang MENGIKUTI jejak yang kita tinggalkan itu. Memastikan, kita meninggalkan jejak yang DALAM dan PADAT.

Si ‘waktu’ nggak menunggu siapapun, saat Anda membaca ini, mungkin 5 menit sudah berlalu. So, sekarang, pinjamlah kekuatan si waktu untuk sesaat menoleh ke belakang Anda. Lihatlah! Apa jejak yang Anda tinggalkan? Apa ada jejak yang Anda tinggalkan? Jejak apa yang mau Anda tinggalkan di pasir di belakang Anda, agar orang bisa dan ingin mengikuti Anda?

Baca Juga  6 Pola Pikir Buat Anda Yang Lagi Cari Kerja

Share.

About Author

Passion Coach | Penulis Buku National Best Seller "Passion!", "Lakukan Dengan Hati", dan "Ini Cara Gue". Anggota International Coach Federation, Certified Practitioner MBTI dan SII Asia Pacific, dan CEO dari Inspira Asia.

Mau Tips Jitu untuk Karir dan Bisnis?

Dapatkan ebook gratis, artikel, tips, dan cara- cara membangun karir sukses sesuai Passion Anda, langsung ke email Anda!

Informasi ini tidak akan diberikan untuk pihak lain manapun