Jangan Ambil Dirinya Darinya

0

Kadang- kadang pengen hidup sesuai Passion itu nggak gampang!

Adaaa saja tantangan yang menghambat kita untuk menikmati Passion, untuk bisa berekspresi dan berkembang sesuai potensi diri sendiri, dan untuk bisa menjalani hidup penuh makna, yang sebenarnya bikin hidup kita lebih happy.

Kadang- kadang, malah nggak jarang, orang terdekat kitalah yang justru jadi faktor tantangan yang menghalangi kita dari Passion kita itu.

Sahabat.

Keluarga.

Ayah, Ibu.

Suami, Istri.

Kadang- kadang, kita dipaksa untuk memilih antara Passion atau apapun yang merupakan keinginan mereka.

Kadang- kadang, mereka sampai bilang, “Mempertahankan Passion itu egois”, katanya.

Nah, kalau menurut Anda bagaimana?

Apakah egois untuk berkeinginan hidup bahagia dan bermakna? Ataukah yang egois itu justru mereka yang merampok seseorang dari apa yang membuatnya bahagia dan merasa memiliki makna hidup? Manakah yang lebih egois?

Atau jangan- jangan, keduanya egois?

Jadi, APA yang bisa kita lakukan pada saat kita berhadapan dengan kondisi di mana kita harus memilih diantara pilihan ini?

Pada akhirnya, sayangnya, saya tidak punya jawaban PASTI untuk pertanyaan ini.

Hidup itu SENI. Tidak ada jawaban mutlak dalam pilihan hidup. Jawaban dan solusinya akan berbeda untuk masing- masing orang, tergantung pada apa yang PENTING untuk dirinya, apa kondisi yang sedang dihadapi, apa urgensi yang ADA di depan mata, apa yang INGIN dia jalani selama hidupnya, dan bagaimana dia akan BERKOMPROMI dengan Passion dan pilihannya.

Pada akhirnya, dia harus MEMILIH, atau BERKOMPROMI. Menentukan masa depan yang memang PENTING untuknya. Dan tak ada seorang pun berhak menghakimi pilihannya.

Nah tapi dalam artikel kali ini, tujuan saya lebih sekedar ingin mengingatkan sebagian dari Anda, yang mungkin dengan sadar atau tidak sadar, dengan beban kewajiban atau paksaan, dengan alasan moral atau cinta, dengan motivasi kendali atau keperdulian, telah (atau sedang) merampok Passion orang terdekat Anda!

Baca Juga  Kenali Siapa Yang Megang Duitnya

Saya ingin memberi gambaran, apa yang sebenarnya terjadi ketika kita merenggut aktivitas yang memberi MAKNA untuk orang lain. Apa yang sebenarnya terjadi saat kita MELARANG seseorang hidup dan berkarya sesuai Passionnya yang ‘DIA BANGET’.

Passion, bukan cuma kata.

Passion, bukan cuma kerja.

Passion, itu cinta, makna, dan seringkali adalah bagian dari IDENTITAS seseorang.

Waktu Anda melihat seseorang yang hidup dan berprofesi dalam Passionnya, Anda sebenarnya melihat seseorang yang berinteraksi dengan identitasnya. Dia jadi dirinya sendiri. Dan apa yang dia lakukan dalam aktivitasnya ini membentuk keutuhan dirinya.

Passionnya adalah bagian dari dirinya.

So, apa yang terjadi ketika Anda mengambil hal itu dari dirinya?

Bayangkan apa yang terjadi ketika Anda mengambil dan membuang gula dari teh manis, membuang es dari es campur, atau membuang unsur kacang dari bumbu Sate. Anda tidak akan lagi mendapatkan teh manis, es campur, atau bumbu Sate. Bendanya masih ada, tapi isinya, dan esensinya sudah berubah. Anda akan mendapatkan benda LAIN sama sekali.

Seperti itu pula, bila Anda merenggut apa yang memberi makna dalam hidup seseorang, diapun akan jadi ORANG LAIN!

Anda TIDAK BISA mengambil sesuatu yang begitu PENTING tanpa menyebabkan PERUBAHAN dalam diri seseorang!

Jadi sebelum Anda melakukan pilihan untuk memaksa seseorang meninggalkan aktivitas yang memberi begitu besar makna dalam dirinya, Anda harus lebih dulu mempersiapkan diri Anda untuk mendapatkan seseorang yang mungkin akan LAIN SAMA SEKALI dari yang selama ini Anda kenal.

Mungkin apa yang akan berubah, yang akan hilang dari dirinya, justru adalah sesuatu yang selama ini Anda SUKAI darinya.

Apa Anda sudah siap KEHILANGAN hal itu, dan menemukan bentuk seseorang yang berbeda sama sekali?

Jangan ambil dirinya darinya, kecuali Anda sudah SIAP kehilangan apa yang membuatnya jadi dirinya!

 Think about this, for the sake of your loved ones…


Share.

About Author

Passion Coach | Penulis Buku National Best Seller "Passion!", "Lakukan Dengan Hati", dan "Ini Cara Gue". Anggota International Coach Federation, Certified Practitioner MBTI dan SII Asia Pacific, dan CEO dari Inspira Asia.

Mau Tips Jitu untuk Karir dan Bisnis?

Dapatkan ebook gratis, artikel, tips, dan cara- cara membangun karir sukses sesuai Passion Anda, langsung ke email Anda!

Informasi ini tidak akan diberikan untuk pihak lain manapun