Frozen – Ketika Kita Nggak Jadi Kita

0

Dua minggu ini saya kena demam. Gejala demam ini rada beda dengan demam demam lainnya. Saya nggak jadi panas, nggak jadi ngegigil ataupun jadi pengen disuapin bubur sama istri. Tapi demam ini secara ajaib bikin saya nyanyi “Let it goooooooo, let it goooooooo!” dengan suara semerdu kucing yang minta makan di pagi hari. Dan kadang- kadang demam ini juga bikin saya jadi ngigau “Snowmannnnnnnn! Nyemnyemnyemm… “ pas tidur malam, bikin istri saya pengen ngebekep saya pake bantal.

Ya, itulah gejala demam Frozen!

Kalau Anda belum nonton, saya sarankan Anda segera nonton, sebelum dia raib dari bioskop. Eh, masih ada nggak sih?

Ini film Disney yang setelah sekian lama, dengan sengaja kembali memakai formula klasiknya (dengan tokoh- tokoh yang menyanyikan lagu- lagu yang heartwarming), selain Rapunzel / Tangled. After all, moto Disney adalah Fun for all Family, maka nggak usah heran kalau ada dua, tiga, atau empat lagu di film animasinya. Itu kan memang ciri khas Disney.

Tapi yang buat saya lebih keren lagi, adalah film yang dapat score sampai 8.9 di rottentomatoes.com ini penuh nilai- nilai dan pesan moral yang dengan cerdas disampaikan secara halus dan tersirat. Salah satu pesan tersirat yang saya tangkap, dan saya suka banget, adalah “bagaimana jadinya ketika seseorang tidak dibiarkan menjadi dirinya sendiri, dan ketika potensi aslinya MALAH disembunyikan!”

Spoiler Alert – Kalau Anda belum nonton, dan nggak pengen tahu ceritanya, jangan lanjutkan!

Elsa - Let It Go

Tokoh Elsa si kakak, memiliki kekuatan yang unik, yaitu bisa menciptakan dan mengendalikan es dan salju. Ia bisa menciptakan es dan salju dari udara, dan bahkan apapun yang disentuhnya bisa membeku. Tapi ada satu masalah, dia nggak bisa mengendalikan kekuatannya ini!

Baca Juga  Saatnya Berhenti Mencari Lowongan Kerja!

Jadi karena takut ‘ada apa- apa’, orang tuanya memutuskan untuk membiarkan Elsa berdiam di kamar, terisolasi hanya seorang diri, dengan nasihat yang selalu diulang- ulang:

“Don’t let them in, don’t let them see. Conceal, don’t feel, don’t let it show”

“Jangan biarkan mereka masuk, jangan sampai mereka lihat. Tutupi, jangan rasakan, jangan sampai terlihat”

“Whaaaaaaat?” teriak saya seperti Minion. “Serius lohhhh?” Mendadak saya jadi ABG, “Kenapa nggak dibiarin dia nge- eksplore dan dilatih aja?”

Kekuatan Elsa di mata saya adalah POTENSI unik yang ada di dalam diri semua orang. Di dalam diri Anda, di di dalam diri anak- anak Anda. Jadi konsep menyembunyikan potensi ini buat saya konyol, dan saya tahu persis, akan berbalik buruk. Ketika kita memendam dan mengubur potensi atau bakat yang kita punya, kita justru menguburkan satu hal yang membuat kita, KITA!

Ibarat menyuruh ikan jangan berenang, menyuruh monyet jangan memanjat pohon, menyuruh macan tutul untuk jangan lari- lari, apa jadinya? Bakal seperti apa hasilnya? Yang pasti, mereka nggak akan jadi diri sendiri. Dan tanpa potensi itu, siapakah kita?

Ketika Anda atau anak Anda punya sebuah bakat dan potensi dalam suatu hal, jangan disembunyikan! Jangan Dipendam! Dan jangan ditutupi di balik pintu dan sarung tangan seperti yang dilakukan Elsa! Justru bila dia terus menyembunyikannya, dia malah makin TIDAK BISA MENGENDALIKAN potensi itu! Yang seharusnya dilakukan olehnya, justru adalah melepaskannya, dan BELAJAR untuk melatihnya!

Disney menunjukkan ini secara halus, cerdas, dan sangat visual. Ketika Elsa berusaha menyembunyikan potensinya, es yang tercipta dari dirinya selalu berbentuk tajam, kasar, bahkan menyeramkan. Tapi ketika dia melepaskannya dengan hati senang, es yang diciptakannya secara visual sangat indah dan lembut!

Baca Juga  Wujudkan Impian Mereka!

So, apa Anda punya potensi yang belum bisa Anda kendalikan?

Keluarkan! Lepaskan! Karena hanya dengan melatihnya dan menggalinyalah Anda bisa menjadi diri sendiri, dan mampu memanfaatkan potensi dan bakat itu jadi lebih baik.

Kadang- kadang, anak kita punya potensi dan bakat yang tidak kita mengerti. Jangan disembunyikan. Jangan ditutupi. Jangan pura- pura nggak tahu, dan menutupinya sampai bertahun- tahun. Justru sejak dini, bantu dia mengarahkan, mempelajari, dan mengembangkan potensi itu! Inilah pesan tersembunyi Disney di dalam Frozen!

Lepaskan Passion Anda, seperti kata Elsa dalam lagunya, “Let it goooooooooo, let it goooooooooo!”


Share.

About Author

Passion Coach | Penulis Buku National Best Seller “Passion!”, “Lakukan Dengan Hati”, dan “Ini Cara Gue”. Anggota International Coach Federation, Certified Practitioner MBTI dan SII Asia Pacific, dan CEO dari Inspira Asia.

Mau Tips Jitu untuk Karir dan Bisnis?

Dapatkan ebook gratis, artikel, tips, dan cara- cara membangun karir sukses sesuai Passion Anda, langsung ke email Anda!

Informasi ini tidak akan diberikan untuk pihak lain manapun