Dari Mana Duitnya? – App dan Game Developer

0

Setiap hari, tangan kita tidak pernah lepas dari smartphone.

Digunakan untuk berbagai fungsi, smartphone sudah seperti tangan ketiga yang serba bisa. Mulai dari dipakai telepon, dipakai untuk bekerja, dipakai untuk menandatangani dokumen, dipakai untuk memesan makanan, untuk memanggil kendaraan umum, mencari lokasi, sampai untuk bermain game dan mengisi waktu luang dengan nonton film.

Mungkin yang nggak bisa dilakukan smartphone kita cuma cuci piring aja. Makanya si Inem merasa aman dan nggak tersaingi dengan smartphone.

Semua fungsi ini dimungkinkan berkat aplikasi- aplikasi luar biasa di dalam smartphone kita, yang biasa disebut dengan panggilan sayang, “App”.

Saking lengkapnya dan bervariasinya app- app smartphone, sampai ada istilah, “Apapun itu, asti ada appnya buat itu.”

Tapi kita juga mungkin menyadari kalau app- app dan app game itu banyak yang gratisan, atau dihargai sangat murah! Jadi sebenarnya, darimana App dan Game Developer ini mendapatkan uangnya?

Sebenarnya ada beberapa cara App dan Game developer bisa mendapatkan uangnya. Misalnya:

Pertama, Aplikasi Publik

Dalam aplikasi yang dibuat untuk public sendiri, platform ataupun game, ada beberapa business model berbeda.

  • Paid App, dimana pembeli dan pengunduh aplikasi itu membayar langsung setiap kali mengunduh aplikasi yang dia mau.
  • Freemium, dimana proses mengunduh aplikasi itu gratis. Tapi beberapa dibatasi dalam bentuk fitur atau waktu, hingga Anda membayar.
  • In App Purchase, dimana mengunduh gratis, tapi ada item yang perlu dibeli secara terpisah di dalam aplikasi- aplikasi itu. Model ini biasanya dipakai dalam game.
  • Full free with Ad, dimana mengunduh dan menggunakannya full gratis, tapi dengan iklan. Dimana penghitungan iklannya mirip dengan pada YouTube, yaitu dengan CPM (Cost per mille) atau CPC (Cost per click).

Kedua, Aplikasi B2B atau berdasarkan Pesanan

Baca Juga  Chris Gardner: "Plan B Sucks!"

Dari sistem ini, app developer langsung membuatkan aplikasi atau game smartphone dan platform untuk perusahaan, yang berarti app developer mendapatkan pembayaran langsung saat app dan app game nya selesai.

Ketiga, Sebagai Freelancer

Meledaknya industri teknologi dan software, khusunya mobile app, membuat besarnya kebutuhan akan app dan game app developer juga meledak besar. Artinya, para individual atau bahkan tim developer ini seringkali menjual jasanya sebagai freelancer di situs- situs online job market, seperti Freelancer.com, Fiverr.com, dan sejenisnya.

Selain itu, beberapa app developer, baik individual dan tim, juga seringkali mengembangkan appnya dengan gratis, menanggung semua kerugian awal, dengan tujuan untuk memperluas jangkauan dan menambah user sebanyak- banyaknya. Rugi? Biarin aja! Semua demi jumlah user dan traffic pengguna appnya.

Kenapa mereka melakukan ini? Karena tujuan akhirnya adalah menjual app dan perusahaan startupnya pada investor terbesar, atau mencari venture capital yang akan tergoda melihat usernya yang menumpuk, yang menyebabkan valuasi nya meningkat.

Itulah beberapa sumber uang dan income app developer.

Tonton pembahasan lebih lanjut dan perhitungan detailnya di video “Dari Mana Duitnya – App dan Game Developer” di video saya di bawah!

Share.

About Author

Passion Coach | Penulis Buku National Best Seller "Passion!", "Lakukan Dengan Hati", dan "Ini Cara Gue". Anggota International Coach Federation, Certified Practitioner MBTI dan SII Asia Pacific, dan CEO dari Inspira Asia.

Mau Tips Jitu untuk Karir dan Bisnis?

Dapatkan ebook gratis, artikel, tips, dan cara- cara membangun karir sukses sesuai Passion Anda, langsung ke email Anda!

Informasi ini tidak akan diberikan untuk pihak lain manapun