Cita- Cita Yang Nyangkut Di Masa Lalu

0

Waktu saya masih pake celana merah pendek, saya diajarin guru kesenian saya untuk menggambar pemandangan seperti ini: Dua gunung, jalan di tengah, sawah di kiri kanan, rumah kecil di tengah sawah, burung- burung angka ‘3’ di udara, dan matahari – yang nggak jelas terbit atau terbenam – di tengah kedua gunung tadi.

Sekarang, sudah 20 tahunan berlalu. Tebak gimana gambar karya ponakan saya, yang dia bawa pulang dari sekolahnya. Pemandangan. Isinya? Dua gunung, jalan di tengah, sawah di kiri kanan, daaaan seterusnya! Sama persis dong!

20 tahun berlalu, dan nggak ada perubahan dalam cara mengajarkan  pemandangan di sekolah?

Seakan- akan, ada aspek pendidikan kita yang nyangkut di masa lalu!

Ini cuma salah satu wujud nyata dari suatu kebiasaan turun temurun dalam setiap manusia. Apa yang dulu diajarin ke kita, akan kita ajarin lagi ke generasi di bawah kita. Apa yang ‘dari dulu dilakukan nenek’, akan kita ajarkan ke cucu kita. Bahkan walaupun kita udah lupa alasannya kenapa. Misalnya saja, kenapa nggak boleh potong kuku malam? ‘Pamali’ kata nenek, bahaya. Ya iyalaaah, soalnya nenek dulu ga punya lampu rumah listrik yang terang benderang dan terus terang terang terus! Makanya bahaya, bisa- bisa jari yang kepotong. Kalo jari kepotong, ntar kita ngupil pake apa dong?

Soal cita- cita juga begitu.

Saya temukan suatu fakta, bahwa anak- anak dari zaman saya dulu, sampe zaman sekarang, masih punya cita- cita yang sama tentang ‘mau jadi apa’. Puluhan tahun udah lewat, dan cita- cita paling populer rupanya masih : Dokter, Arsitek/ Insinyur, Pengacara, dan Banker/ Ekonom!

Baca Juga  Passion di Indonesia Coaching Summit

Istilahnya, masih ‘ngegambarin pemandangan dua gunung satu jalan’!

Seakan- akan, pola pikir profesi ideal dan cita- cita anak- anak bangsa juga ikutan nyangkut di masa lalu bersama pemandangan dua gunung itu tadi!

Di sekolah saja misalnya, puluhan tahun sudah ngebut lewat, tapi tetap aja IPA masih dianggap jurusan orang pinter, IPS buat mereka yang gagal masuk IPA, dan Jurusan Bahasa kelaut aje. Padahal seharusnya nggak begini dong, SEHARUSNYA ini semua cuma pilihan!

Come on! It’s a new age, a new era man!

Kita sekarang punya Smartphone, Internet, Tablet, Laptop dengan kapastitas RAM ribuan kali lebih cepat dari zaman dulu, Instant foods, Franchise business dengan sistem baru, Social Media, TV Show gaya baru, Special Effect yang canggih di dunia film, teknologi baru di dunia musik, daaaan hal- hal baru yang nggak ada habisnya.

Masak sih dengan semua perubahan dan hal baru ini nggak ada profesi baru, sesuatu hal yang bisa disebut CITA- CITA ideal oleh anak- anak bangsa kita? Pasti ada! Bahkan profesi yang sudah ada dari dulu selain keempat profesi itu pun BISA jadi profesi ideal! Pilot, Pembalap, Sutradara, dan banyak lagi.

Sayangnya, kadang- kadang anak- anak ini, anak muda, dan bahkan mungkin kita sendiri sebagai pendidik generasi berikutnya ini, BELUM BANYAK meluangkan waktu untuk mencari bidang PROFESI BARU dan pilihan profesi lain yang ada di era sekarang!

Kurangnya pilihan yang kita tahu, bikin cita- cita dan profesi ideal kita juga terbatas. Akhirnya, anak- anak muda, dan kita juga, secara refleks jadi memilih profesi dari pilihan yang ada, pilihan yang udah ‘terjamin’, dan pilihan yang dilakukan dari zaman orang tua dan kakek nenek kita, diantara banyaknya profesi yang mungkin lebih COCOK untuk Anda.

Baca Juga  Bangun Profesinya, Putar Duitnya

Para orang tua yang kurang mengikuti perkembangan dunia profesi modern tanpa sadar akan terus menyarankan cita- cita ideal yang terbatas, seakan nyangkut di masa lalu!

Seperti guru kesenian di SD tadi, yang masih mengajarkan cara menggambarkan pemandangan dengan cara yang sama setelah puluhan tahun berlalu.

So, bebaskan pola pikir kita dan PERLUAS pilihan profesi kita SELUAS- LUASNYA!

Menemukan profesi dan cita- cita ideal diawali dengan membebaskan pikiran kita yang nyangkut di era lama. Dan membebaskan pikiran kita yang nyangkut di era lama, dimulai dari memperluas wawasan dan pilihan Anda tentang profesi yang ada di zaman sekarang!

Cari profesi yang ‘Anda banget’, dan profesi yang bisa dipilih sebagai cita- cita oleh anak- anak kita. Bukan sekedar profesi yang udah jadi ‘kebiasaan’ doang!


Share.

About Author

Passion Coach | Penulis Buku National Best Seller “Passion!”, “Lakukan Dengan Hati”, dan “Ini Cara Gue”. Anggota International Coach Federation, Certified Practitioner MBTI dan SII Asia Pacific, dan CEO dari Inspira Asia.

Mau Tips Jitu untuk Karir dan Bisnis?

Dapatkan ebook gratis, artikel, tips, dan cara- cara membangun karir sukses sesuai Passion Anda, langsung ke email Anda!

Informasi ini tidak akan diberikan untuk pihak lain manapun