Bikin Profesi Baru? Kenapa Nggak?

0

Apa yang bisa kita lakukan kalau tidak ada profesi yang cocok dengan Passion atau skill kita?

Untuk menjawab pertanyaan ini, pertama kita perlu berputar dulu untuk mengintip konsep dinamika perubahan konstan yang terjadi dalam hidup, yaitu bahwa segala sesuatu yang hidup harus terus menerus tumbuh dan berkembang, dan apapun yang berhenti tumbuh bakal mati.

Kalau nggak percaya tanya saja sama teman saya Jalu. Yang kata dirinya sendiri sih, semakin lama telah semakin tumbuh dan berkembang. Tepatnya di area perut. Tumbuh ke depan, dan berkembang melebar ke kiri kanan. Alaah, bilang aja gendutan broo. “Eiits, tumbuh dan berkembang”, katanya beralibi, “Daripada kalau nggak tumbuh dan berkembang nanti gua mati?” kilahnya ada benarnya, tapi maksa banget.

Alibi ditolak.

So karena hidup itu selalu tumbuh dan berkembang, maka duniapun, dengan segala aspek kehidupan di dalamnya, selalu tumbuh dan berkembang. Tentu bukan berarti dunia ini tambah gendut seperti si Jalu tadi, tapi dunia tumbuh dan berkembang dalam segala aspek hidupnya. Misalnya dalam hal profesi, karier, dan bisnis.

Profesi dan karier profesional baru terus bermunculan, dari tahun ke tahun, bahkan bulan ke bulan. Berbagai karir dan profesi yang tidak pernah ada sebelumnya mendadak lahir ke dunia, dan sebagian dari mereka bahkan begitu ajaibnya sehingga nggak akan pernah terpikir oleh kita sebelum profesi- profesi itu muncul dan menjadi populer di pasaran. Beberapa dari profesi baru itupun tidak ayal menjadi profesi impian generasi baru, dan mungkin membuat bingung para generasi lama yang lebih tua.

Salah satu contohnya adalah SMO, alias Social Media Officer. Beberapa tahun lalu, sebelum ada Facebook dan Twitter, siapa sih yang bakal percaya kalau Anda bisa cuma duduk- duduk megang handphone dan dibayar? Kini, dengan dunia online dan maraknya social media, semua orang mulai menyadari pentingnya eksistensi digital dan branding dalam social media. Dan karena tidak semua orang punya waktu, skill, atau melek teknologi untuk bisa memanfaatkannya secara optimal, jasa mereka yang ahli bermain kata dan mampu mengoptimalkan teknologi ini pun semakin meningkat!

Lahirlah profesi SMO, Freelance Buzzer, dan para Blogger! Sementara di mata generasi yang lebih tua, profesi ini tampak cuma seperti pengangguran lagi ‘maen- maen hape’, uang besar ternyata berseliweran di kalangan para Profesional Social Media!

Contoh lain lagi adalah Professional Shopper. Kalau sekitar 10 tahun lalu Anda coba- coba bilang ke saya kalau Anda mau bisa jalan- jalan ke toko- toko mahal, belanja tas dan barang- barang bermerk, bolak- balik keluar negeri buat shopping, tapi Anda mau dibayar buat melakukan itu, maka saya bakal tersenyum hangat sambil mencubit pipi Anda keras- keras dengan jurus gemas lebay ala tante- tante, sampai Anda terbangun dari mimpi Anda dan kembali ke dunia nyata. Pada zaman itu, profesi itu adalah mimpi belaka! Tapi, beberapa tahun belakangan ini, Professional Shopper telah jadi sebuah profesi yang NYATA!

Baca Juga  Nyalakan Lilinmu Untuk Bangsa

Nggak usah jauh- jauh deh, saat saya SMA, profesi yang kini merupakan salah satu profesi terbesar di Indonesia, Motivational Speaker, juga belum ada di Indonesia! Kegiatannya sudah ada, seminar motivasi sudah ada, tapi sebagian besar pembicara di seminar macam ini adalah atasan mereka, pimpinan, atau selebriti dan public figure setempat saja. Belum banyak orang di Indonesia, yang memang secara khusus menjadi Professional Speaker. Dan sebagian orang bahkan mungkin menertawakan konsep seorang “Profesional Speaker”. Tapi sekarang, widiiih, sepertinya Indonesia sudah mulai oversupplied dengan para profesional dalam profesi ini!

Dan ini cuma sebagian kecil saja dari profesi- profesi baru yang bermunculan di era modern. Masih banyak profesi- profesi yang lebih detail lagi, seperti Corporate Negotiator buat yang jago ngomong, Headhunter buat yang suka bersosialisasi, Freelance Theme Designer buat yang suka ngutak ngatik programming situs dari rumah, dan buanyaaak lagi.

So, seperti yang sudah Anda lihat, profesi dan potensi karier pun ternyata terus TUMBUH dan BERKEMBANG!.

Profesi dan karier ternyata memang lebih dari cuma dokter, insinyur, ahli hukum, banker, presiden, pilot, atau pembalap. Profesi dan karier jauh lebih luas.

Dan kerennya, ternyata profesi dan karier bisa DICIPTAKAN!

So apa yang bisa kita lakukan kalau tidak ada profesi yang cocok dengan Passion atau skill kita?

“Well, kenapa nggak Anda bikin saja?”

Inilah indahnya membangun karier dari Passion! Anda tidak perlu terikat pada norma- norma dan batasan- batasan karier yang sudah ada. Anda bisa selalu mengembangkan profesi baru dan karier yang PALING COCOK untuk diri Anda sendiri, selama Anda paham betul tentang bidang Passion Anda, tentang bagaimana jasa dan produk Anda bisa membantu hidup orang lain, dan Anda bisa menemukan dan meyakinkan orang lain itu tentang benefit yang akan mereka dapatkan dari jasa yang Anda sediakan!

Baca Juga  30 Menit Merancang Peta Passionpreneurship

Bikin profesi baru? Kenapa nggak?


Share.

About Author

Passion Coach | Penulis Buku National Best Seller “Passion!”, “Lakukan Dengan Hati”, dan “Ini Cara Gue”. Anggota International Coach Federation, Certified Practitioner MBTI dan SII Asia Pacific, dan CEO dari Inspira Asia.

Mau Tips Jitu untuk Karir dan Bisnis?

Dapatkan ebook gratis, artikel, tips, dan cara- cara membangun karir sukses sesuai Passion Anda, langsung ke email Anda!

Informasi ini tidak akan diberikan untuk pihak lain manapun