Biasanya Nggak Begini!

0

Berkreasi dan berinovasi itu sebenarnya nggak terlalu sulit. Kita cuma perlu punya PASSION di bidang itu, BERANI berpikir beda, dan yang lebih penting lagi, berani MENGEKSEKUSI perbedaan yang kita pikirkan itu!

Bahasa kerennya “Out of the Box“, kata om bule.

Bahasa sayanya “Kenapa musti begitu?”

Waktu ngembangin Passion jadi Profesi pun, kreasi dan inovasi dibutuhkan. Dan untuk itu, dibutuhkan pula konsep “Kenapa musti begitu?”

Saat kita mengembangkan diri, karier, dan bisnis, saya suka mencegah orang untuk memberi “label” atau memberi nama pada passionnya, khususnya di masa- masa awal pelaksanaannya. Karena ketika dia memberi label, misal passionnya jadi “Penulis”, jadi “Penyanyi”, dan lain- lain, maka sebenarnya dia udah mengotak- ngotakan dirinya (In the Box), dan pilihan kariernya jadi sangaaaat terbatas!

Sebenarnya, dia kan bisa saja ternyata suka aspek KREATIF dari menulis, suka aspek PEOPLE dari menyanyi, dan lain- lain. Yang ketika kita tuliskan demikian, berarti dia punya arah lain yang bisa dia pilih, bukan hanya Penulis dan Penyanyi! Bisa jadi Sutradara, bisa jadi Pendongeng, bisa jadi Brand Activation Consultant, bahkan dia bisa bikin profesi sendiri, Psikolog Gaul misalnya?

Tapi pas seseorang mulai berpikir ‘berbeda’ dan out of the box seperti ini, seringkali dia bakal ketemu orang lain dan opini publik yang akan mengatakan “Biasanya nggak begini!”

Dan diapun kehilangan semangat… iya ya? Nggak begini ya?

Dan diapun jadi kehilangan inovasi yang tadi NYARIS diciptakannya.

Sampai mendadak ada orang lain yang melakukan hal yang sama, dan diapun nangis darah penuh penyesalan … “Tuuuuu kaaan, ide guaaaa tuuuuh, hiks hiks!”

Baca Juga  Bagaimana Menghasilkan Uang Dari Passion

Waktu beberapa tahun yang lalu saya memulai salah satu bisnis saya, Pempek Supermin di Bandung. Semua orang bilang, “Pempek udah banyaaak oooommmmm”, “Pesaing baaanyaak ooooooom”, “Pempek mah kitu- kitu waeee oooommmm”. Dan jawaban saya cuma satu.

“Jangan panggil saya om”.

Aneh, nggak kapok- kapok orang manggil saya om.

Tapi memang mereka benar, Pempek itu standar banget, dan pasaran banget. Hampir sama pasarannya dengan nama saya. “Dedy”, pasaran banget. So, karena itu, saya memutuskan untuk bikin beda.

Saya bikin Pempek saya BEDA dari semua pakem yang ada. Orang bilang, “Biasanya nggak begini!” Saya bilang “Kenapa musti begitu?”

1. Pempek biasa di jual Pagi sampai malam.  | Kenapa musti gini? Saya jualan Malam sampai jam tahajud.

2. Pempek kapal selam biasa diisi dengan telur. | Kenapa musti gini? Pempek saya diisi berbagai rasa fusion, ada isi Jagung Tuna, ada isi Bolognaise, ada isi Udang Pedas.

3. Pempek ukurannya sudah standar. | Kenapa musti gini? Pempek saya ukurannya Bite Size, seukuran satu kali suap. Jadi bisa dimakan pake tangan tanpa perlu dipotong, kayak makan gorengan.

Bahkan profesi saya sekarang pun pada awalnya banyak orang yang suka bilang, “Biasanya nggak begini! Pembicara motivasi itu kalo ngomong musti penuh teriakan, kudu pake yell- yell keras, ledakan emosi, harus selalu bilang RUARRRR BIASA, dan pagi siang sore malam subuh harus tetap bilang SELAMAT PAGGIII! Ngomong harus muncrat karena semangat, dan harus pake kutipan- kutipan. Biasanya begitu”

Sementara gaya saya jauuuuh dari semua itu. Saya gayanya santai, tenang, penuh ledek- ledekan dan bercanda dengan audience, banyak bertanya kepada audience, daaaaan lewat gaya Stand Up Comedy! Jadi ketika mereka bilang “Biasanya nggak begini!” Saya bilang, “Kenapa musti begitu?”

Baca Juga  Ironi Dalam Kesadaran Passion?

Dan benarlah! Dengan gaya saya berbeda, saya justru malah membuat PASAR SENDIRI. Saya bukan jadi pengikut gaya, tapi justru menciptakan gaya unik saya sendiri!

Pernah dengar trend donat kotak di Amerika?

Itu karena ada pertanyaan, “Kenapa musti begitu? Kenapa donat musti bulat?”

Pernah dengar efektifitas Semangka kotak di Jepang?

Itu karena ada pertanyaan “Kenapa musti begitu? Kalau kotak kan lebih efektif dikemas?”

So, next time, ketika Anda lagi ngembangin Passion, ngembangin karier, ngembangin bisnis, bahkan ketika Anda ngembangin produk untuk bisnis Anda, dan seseorang, bahkan Anda atau pikiran Anda sendiri berkomentar “Biasanya nggak begini!”, cepatlah Anda jawab, “Kenapa musti begitu?”


Share.

About Author

Passion Coach | Penulis Buku National Best Seller "Passion!", "Lakukan Dengan Hati", dan "Ini Cara Gue". Anggota International Coach Federation, Certified Practitioner MBTI dan SII Asia Pacific, dan CEO dari Inspira Asia.

Mau Tips Jitu untuk Karir dan Bisnis?

Dapatkan ebook gratis, artikel, tips, dan cara- cara membangun karir sukses sesuai Passion Anda, langsung ke email Anda!

Informasi ini tidak akan diberikan untuk pihak lain manapun