6 Pola Pikir Buat Anda Yang Lagi Cari Kerja

0

Jadi, Anda lagi cari kerja nih ceritanya?

Saat kita mempersiapkan diri untuk bekerja dan mencari kerja, ada beberapa pola pikir yang harus diperhatikan. Perbedaan pola pikir yang tampak kecil, yang JUSTRU karena lalai kita perhatikan, malah jadi alasan kenapa kita gagal mendapatkan kerja yang cocok sama kita, atau malah gagal mendapatkan pekerjaan sama sekali!

Berikut 7 tips Pola Pikir yang penting yang TIDAK BOLEH dilupakan saat mencari pekerjaan, supaya Anda bisa segera mendapatkan pekerjaan yang IDEAL buat kita!

1. ‘Pilih’, BUKAN ‘Cari’

Banyak orang yang sibuk mencari pekerjaan di sana sini, sampai Googling Lowongan Kerja udah jadi hobi dan kerjaan rutin. Pagi siang sore malam, kayak orang meriang minum obat. Tapi sebenarya, janganlah kita memakai pola pikir ‘cari’, tapi pakai pola pikir ‘pilih’.

Kalau kita sibuk memusatkan diri di kata ‘cari’, kita bikin proses menemukan pekerjaan ini jadi terkesan SUSAH! Kayaknya ilang dimanaaa, dan limited edition segala. Ini bisa bikin kita terlalu terburu- buru memilih pekerjaan yang tidak ideal buat kita. Padahal, lowongan pekerjaan dan potensi profesi itu ada di mana- mana!

Saat kita menyadari ini, dan mengganti kata ‘mencari’ dengan kata ‘memilih’, kita jadi lebih tenang. Lebih percaya diri, dan lebih bisa berpikir dalam memutuskan mana pekerjaan yang baik buat kita dan mana yang tidak.

Cobain deh, dan jangan kaget pas ternyata Anda bakal lebih banyak menemukan pekerjaan ideal, saat Anda berhenti ‘mencari’ dan siap ‘memilih’.

2. Pilih karier, BUKAN kerjaan

Ketika kita sudah menemukan beberapa calon pekerjaan di depan mata, tugas berikutnya adalah menentukan bagaimana dan yang mana yang mau Anda pilih.

Banyak orang yang memilih pekerjaan berdasarkan kondisi saat ini, dan dengan satu sudut pandang saja. Ini bisa bikin kita melupakan satu hal yang penting. Yaitu bahwa KARIER kita, adalah diri kita. Identitas yang memberikan kita perkembangan dalam hidup. Itu berbeda dengan sekedar ‘ada kerja, ada gaji, perut kenyang, ane pulang’.

Baca Juga  Kenapa Anda Harus Belajar Coaching

Pilihlah karier, artinya yang dapat mengembangkan diri kita, mewarnai hari kita, Passion kita, makna hidup kita, dan memberikan jenjang peningkatan yang ‘Gue Bangets’ buat kita. Bukan sekedar kerja yang digaji.

Ketika Anda memilih karier, Anda telah menghindari diri Anda dari kerjaan yang bikin Anda nyangkut di tempat.

3. Pilih yang COCOK, BUKAN yang kebetulan ada

Yang namanya ‘salah jurusan’, dari zaman nabi Adam itu penyebabnya adalah asal pilih yang kebetulan ada.

Kebanyakan fresh graduate hobi banget salah jurusan. Udah salah jurusan di kampusnya, terus salah jurusan juga pas milih kerjanya. Nasib salah sendiri.

Kalau kita memilih yang kebetulan ada, kebetulan yang interviewnya seksi, kebetulan ditawarin tetangga, dan kebetulan- kebetulan yang lainnya semata, jangan heran kalau dalam 2 tahun ke depan kita sudah bosan dan bermimpi pindah kerja lagi. Jangan heran juga kalau potensi kita nggak bisa keluar, ibarat ikan disuruh memanjat pohon.

Cemplungin ikan di air, taruh monyet di pohon. Potensi Anda akan keluar kalau Anda ada dalam profesi yang COCOK buat Anda!

4. Lihat Proses, BUKAN cuma tujuan

Kalau kita cuma lihat tujuan, misalnya uang semata, kita bisa cepat bosan, saat kita berjalan menuju tujuan kita.

Cuma mie instan yang boleh instan. Hidup dan kesuksesan nggak boleh kita paksakan untuk instan. Semua proses yang ada dalam profesi dan pekerjaan pilihan kita sebenarnya MENYIAPKAN kita untuk mencapai kesuksesan yang kita cari. Semuanya meyiapkan kita untuk terus naik level dalam hidup.

Karena itu, pilihlan profesi yang PROSESNYA bisa mengembangkan diri Anda, dan MENYENANGKAN untuk Anda jalani!

5. Lihat Kekuatan, BUKAN kekurangan

Mengetahui kekurangan itu bagus, bahkan perlu. Tapi jangan keterusan.

Baca Juga  10 Hal Yang Harus Diikhlaskan

Kalau kita keasyikan menggali kekurangan kita, terus kapan kita mau menggali kelebihan kita? Masak gali kekurangaaaann terus? Padahal perusahaan yang mencari kerja kan nggak ingin mempekerjakan orang melankoli, mereka inginnya orang yang berpotensi!

Ketika Anda memusatkan diri pada kekurangan Anda saat memilih pekerjaan, Anda akan merasa kurang cukup baik untuk pekerjaan apapun. Dan bisa- bisa Anda jadi di- bully sama perusahaan. Kenali kekuatan Anda, dan BERANILAH menjual kekuatan Anda itu. Anda KUAT! Perusahaan itu membutuhkan Anda!

6. Berkarya, BUKAN Bekerja

Ada kenalan saya yang ogah bekerja LEBIH banyak dari batasan minimum pekerjaannya, karena menurutnya, ia tidak dibayar untuk mengerjakan lebih banyak. Ini adalah pola pikir ‘bekerja’ dan pekerja.

Pola pikir ini bakal memaku dia, dan kita yang melakukannya, di TEMPAT, dan nggak akan maju kemana- mana. Dan memang, kalau kita memaksakan diri terus bekerja di pekerjaan dan profesi yang nggak sesuai dengan Passion kita, memang bakal begitulah refleksnya.

Maka, pilihlah pekerjaan dan profesi dimana Anda bisa BERKARYA. Dimana apa yang Anda lakukan bermakna buat Anda, sesuai Passion Anda, dan terasa seperti berkarya, bukan cuma bekerja. Bila ANda berkarya, maka pola pikir Anda akan terbebaskan, dan Anda akan berkembang dalam profesi apapun itu!

So, demikianlah 6 pola pikir yang harus kita adaptasi dan terus pertahankan dalam hari- hari kita demi mengembangkan profesi yang ‘Gue Bangets’!

Mengubah pola pikir memang nggak semudah membalik telapak tangan. Tapi bila Anda terus mencoba dan melatihnya, Anda pasti bisa. Ingatlah 6 hal ini saat berikutnya Anda mencari dan memilih pekerjaan untuk Anda!

 


Share.

About Author

Passion Coach | Penulis Buku National Best Seller "Passion!", "Lakukan Dengan Hati", dan "Ini Cara Gue". Anggota International Coach Federation, Certified Practitioner MBTI dan SII Asia Pacific, dan CEO dari Inspira Asia.

Mau Tips Jitu untuk Karir dan Bisnis?

Dapatkan ebook gratis, artikel, tips, dan cara- cara membangun karir sukses sesuai Passion Anda, langsung ke email Anda!

Informasi ini tidak akan diberikan untuk pihak lain manapun