RSS

Fake Fighting

Bayangkan kalau semua orang di dunia adalah sama. Tidak ada yang menonjol, tidak ada yang berbeda. Apa yang terjadi? Maka semua orang punya kekuatan yang sama, dan keberpihakkan tidak akan terjadi.

Tapi ketika di dunia ini tiba- tiba muncul 2 atau 3 orang besar yang saling bertarung, maka apa yang akan terjadi? Keberpihakkan akan muncul dengan cepat. Ada yang memihak si A, ada yang memihak si B, dan ada yang berdiri di belakang si C.

Ini adalah salah satu strategi yang banyak dipakai oleh pengusaha, dan brand- brand besar di dunia. Dengan sengaja, mereka akan menciptakan konflik, atau tepatnya ilusi konflik agar muncul keberpihakkan di antara konsumen, dan menguatkan loyalitas konsumen pada brand mereka.

Sebagai contoh:

Tidak banyak yang tahu, bahwa Steve Jobs dan Bill Gates sebenarnya bersahabat. Tentu, mereka adalah kompetitor bisnis. Tapi itu dulu, sudah cukup lama mereka menjadi sahabat. Pada tahun 1997, kondisi finansial Apple merosot jatuh hingga hampir bangkrut. Saat itu, Jobs meminta bantuan dari Gates. Dan Gates memberikan investasi di Apple senilai $150 Juta.

Tapi dengan sengaja, mereka merahasiakan ini. Bahkan terus memberi kesan bahwa Apple dan Windows bermusuhan berat. Kenapa? Karena dengan menciptakan situasi ‘persaingan’ ini, beberapa hal terjadi.

  1. 1. Pasar akan memilih, terpaksa memihak antara Windows, atau Apple. Meningkatkan loyalitas.
  2. 2. Persaingan keduanya bakal begitu seru sehingga menutup kekuatan pendatang baru, memusatkan perhatian pasar pada mereka.
  3. 3. Menciptakan orang- orang fanatik yang akan mengkultuskan brand.

Contoh lain adalah persaingan antara Capcom dan SNK. Mereka bersaing di permukaan, padahal berteman di belakang layar. Begitu pula dengan WWE dan WCW, yang bahkan setelah WCW dibeli oleh WWE, kesan bermusuhan terus menerus dilakukan.

Beberapa brand lain bahkan dengan sengaja menciptakan pesaingnya sendiri. Baik di dalam grup yang sama atau di luar grup intinya. Misalnya seperti Gramedia Group, dengan berbagai penerbitnya: GPU, Grasindo, dan Elex Media Pustaka.

Pertarungan dan kompetisi antar brand palsu ini sengaja diciptakan selain untuk mempengaruhi pasar, juga untuk menciptakan persaingan antar karyawannya, yang diharapkan berujung pada inovasi dan produktivitas.

So, apa bisnis anda punya kompetitor? Bersyukurlah kalau memang ada. Dan kalau tidak ada, mungkin suatu hari anda harus menciptakan kompetitor anda :)

Your Comment